Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Soekarno Hatta Jadi Bandara Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 08.08 WIB
soekarno_hatta_jadi_bandara_tersibuk_kedua_di_asia_tenggara

Kepadatan penumpang masih terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (26/12/2025). (Beritasatu.com/Wahroni)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Bandara Internasional Soekarno Hatta berhasil naik ke peringkat kedua dalam daftar bandara tersibuk di Asia Tenggara, Selasa (4/8/2026).

Soekarno-Hatta menggeser Kuala Lumpur International Airport berdasarkan laporan terbaru perusahaan analisis penerbangan asal Inggris, OAG.

Dalam daftar bandara tersibuk ASEAN untuk Juli 2026, Bandara Soekarno Hatta mencatat kapasitas sekitar 3,3 juta kursi atau meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Posisi teratas masih ditempati Singapore Changi Airport dengan kapasitas mencapai 3,56 juta kursi.

Sementara itu, Kuala Lumpur International Airport turun ke peringkat ketiga setelah kapasitasnya tercatat sekitar 3,15 juta kursi, atau tumbuh 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski turun peringkat, bandara yang berada di Sepang tersebut masih menjadi bandara terbesar di Asia Tenggara dari sisi luas kawasan. Dengan area sekitar 100 kilometer persegi, KLIA berperan sebagai pusat utama penerbangan domestik maupun internasional di Malaysia.

Sepanjang semester pertama 2026, KLIA melayani sekitar 23,4 juta penumpang internasional, meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total pergerakan penumpang juga naik 5,4 persen menjadi 31,7 juta orang.

Secara regional, OAG mencatat kapasitas penerbangan di Asia Tenggara turun 1,2 persen menjadi sekitar 50,4 juta kursi pada Juli 2026. Penurunan ini dipengaruhi kenaikan biaya bahan bakar yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di posisi keempat terdapat Suvarnabhumi Airport dengan kapasitas 3,14 juta kursi, turun 1,9 persen. Adapun posisi kelima ditempati Ninoy Aquino International Airport yang mencatat kapasitas 2,58 juta kursi atau turun 5,1 persen.

Laporan tersebut juga menyebut sejumlah maskapai di Asia Tenggara mulai mengurangi rute internasional akibat meningkatnya biaya operasional. Meski demikian, Indonesia masih menjadi pasar penerbangan terbesar di kawasan dengan kapasitas sekitar 10,9 juta kursi, naik 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di pasar domestik, Indonesia tetap memimpin dengan kapasitas 8,7 juta kursi. Angka tersebut relatif stabil, hanya meningkat sekitar 0,1 persen atau sekitar 11.400 kursi dibandingkan Juli tahun lalu.

Sebaliknya, Malaysia menjadi negara dengan penurunan kapasitas penerbangan domestik terbesar di kawasan. Volume kursi domestiknya berkurang sekitar 508.700 kursi dibandingkan periode yang sama sebelumnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN