Celtic vs AC Milan Berakhir Imbang 2-2, Camarda Selamatkan Rossoneri di Celtic Park

Ilustrasi, Celtic vs AC Milan Berakhir Imbang 2-2, Camarda Selamatkan Rossoneri di Celtic Park. (foto:dokumen/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (25/7/2026) – Celtic dan AC Milan harus puas berbagi hasil setelah bermain imbang 2-2 dalam laga persahabatan pramusim di Celtic Park, Sabtu (25/7/2026) malam WIB. Tuan rumah sempat tampil dominan pada babak pertama dengan keunggulan dua gol, namun kebangkitan AC Milan selepas jeda memastikan pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Celtic membuka keunggulan melalui Camilo Durán pada menit ke-11 sebelum James Forrest menggandakan skor pada menit ke-28. Rossoneri kemudian menunjukkan perubahan signifikan di babak kedua lewat dua gol Francesco Camarda, masing-masing melalui titik penalti pada menit ke-47 dan sundulan memanfaatkan umpan Samuel Chukwueze pada menit ke-52.
Hasil ini memperlihatkan dua cerita berbeda. Celtic tampil agresif dan efektif selama 45 menit pertama, sedangkan AC Milan menemukan ritme permainan setelah melakukan pergantian besar-besaran saat turun minum.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, Celtic langsung mengambil inisiatif menyerang. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat lini belakang Milan beberapa kali kehilangan kenyamanan saat membangun serangan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-11. Camilo Durán memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti dan menaklukkan Lorenzo Torriani untuk membawa Celtic unggul 1-0.
Kepercayaan diri tuan rumah semakin meningkat. James Forrest kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-28 setelah menyelesaikan assist Camilo Durán. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, wajah AC Milan berubah total. Pelatih melakukan banyak pergantian pemain sekaligus, menghadirkan energi baru di berbagai lini.
Perubahan itu langsung membuahkan hasil. Francesco Camarda memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti pada menit ke-47 setelah Cameron Carter-Vickers melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Hanya lima menit berselang, striker muda Italia tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sundulan akurat hasil umpan silang Samuel Chukwueze membuat skor berubah menjadi 2-2.
Sisa pertandingan berlangsung terbuka. Celtic memiliki sejumlah peluang melalui Alex Oxlade-Chamberlain dan Thomas Hatton, tetapi gagal mengembalikan keunggulan. Di sisi lain, AC Milan juga memperoleh beberapa kesempatan lewat Yunus Musah dan Alphadjo Cissè, namun Viljami Sinisalo tampil sigap di bawah mistar.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 2-2.
Sorotan Unggulan
1. Francesco Camarda Kembali Menunjukkan Potensi Besarnya
Dua gol yang dicetak Camarda menjadi bukti bahwa penyerang muda tersebut terus berkembang. Ia memperlihatkan ketenangan saat mengeksekusi penalti serta naluri mencetak gol melalui sundulan di depan gawang.
Performa ini menjadi modal penting dalam persaingan memperebutkan tempat di lini depan AC Milan musim mendatang.
2. Celtic Sangat Dominan Sebelum Turun Minum
Tuan rumah tampil jauh lebih rapi selama babak pertama. Intensitas pressing tinggi membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan.
Camilo Durán menjadi pusat perhatian berkat satu gol dan satu assist, sementara James Forrest menunjukkan pengalamannya dengan penyelesaian akhir yang efektif.
3. Pergantian Pemain Mengubah Permainan Milan
AC Milan melakukan rotasi besar pada awal babak kedua. Masuknya Samuel Chukwueze, Yunus Musah hingga Francesco Camarda membuat permainan Rossoneri menjadi jauh lebih cepat dan agresif.
Perubahan tersebut terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Fakta Menarik dan Unik
- Francesco Camarda mencetak dua gol hanya dalam waktu lima menit pada awal babak kedua.
- Camilo Durán berkontribusi langsung terhadap dua gol Celtic dengan torehan satu gol dan satu assist.
- Samuel Chukwueze langsung memberikan dampak setelah masuk dari bangku cadangan melalui satu assist untuk gol penyama kedudukan.
- Kedua tim melakukan rotasi besar sebagai bagian dari persiapan menuju musim kompetisi baru.
- Meski berstatus laga persahabatan, tempo pertandingan tetap tinggi dengan banyak duel fisik dan peluang di kedua kotak penalti.
Insight Mendalam
Hasil imbang ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi kedua tim menjelang musim baru.
Bagi Celtic, babak pertama menunjukkan bahwa struktur permainan utama mereka sudah terbentuk dengan baik. Kombinasi pressing tinggi, transisi cepat, dan efektivitas di depan gawang menjadi kekuatan utama yang patut dipertahankan.
Sementara itu, AC Milan memperoleh pelajaran berharga mengenai kedalaman skuad. Rotasi yang dilakukan mampu mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Kehadiran para pemain muda dan pelapis memberikan sinyal positif bahwa Rossoneri memiliki banyak opsi untuk menghadapi jadwal panjang musim depan.
Di sisi lain, kedua tim masih memiliki pekerjaan rumah dalam menjaga konsentrasi selama 90 menit. Celtic gagal mempertahankan keunggulan dua gol, sedangkan Milan perlu memperbaiki performa sejak menit-menit awal agar tidak kembali tertinggal dalam pertandingan kompetitif.
Kesimpulan : Laga Celtic vs AC Milan menjadi tontonan menarik yang memperlihatkan kualitas dua tim dengan pendekatan berbeda. Celtic tampil dominan pada babak pertama, tetapi AC Milan menunjukkan karakter kuat dengan bangkit melalui dua gol Francesco Camarda.
Skor akhir 2-2 mungkin tidak menghasilkan pemenang, namun pertandingan ini memberikan banyak sinyal positif sekaligus bahan evaluasi bagi kedua klub sebelum memasuki musim kompetisi yang sesungguhnya.
(fotmob/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Celtic Tundukkan AC Milan 2-0 di Babak Pertama, Awal Era Ruben Amorim Berakhir dengan Kekalahan?BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























