Monday, August 10, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Arsenal vs Dortmund: The Gunners Kalah 2-3 di Final Emirates Cup 2026

Mistar.idMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 23.04 WIB
arsenal_vs_dortmund_the_gunners_kalah_23_di_final_emirates_cup_2026

Perebutan bola dalam pertandingan Arsenal vs Dortmund di Final Emirates Cup 2026. (foto:arsenal/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/8/2026) – Arsenal harus mengakui keunggulan Borussia Dortmund setelah kalah 2-3 dalam final Emirates Cup 2026 di Emirates Stadium, Minggu (9/8/2026) malam WIB.

Dortmund tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan Arsenal untuk mencetak tiga gol. Samuele Inacio, Konstantinos Karetsas, dan Joane Gadou menjadi pencetak gol Dortmund.

Sementara itu, Arsenal sempat bangkit melalui Ethan Nwaneri dan Viktor Gyökeres. Namun, upaya The Gunners untuk mengejar ketertinggalan hingga penghujung pertandingan tidak membuahkan hasil.

Dortmund Unggul Cepat lewat Samuele Inacio

Dortmund langsung memberikan tekanan dan membuka keunggulan pada menit ketujuh.

Samuele Inacio menerima umpan Lukas Nmecha yang berhasil membuka ruang di pertahanan Arsenal. Inacio kemudian masuk ke area penalti dan menuntaskan peluang tersebut untuk membawa Dortmund unggul 1-0.

Arsenal mencoba merespons. Martin Ødegaard sempat mendapatkan peluang setelah dijatuhkan di area pertahanan Dortmund. Wasit awalnya menunjuk titik penalti, tetapi keputusan tersebut kemudian berubah menjadi tendangan bebas di tepi kotak penalti.

Viktor Gyökeres yang menjadi eksekutor gagal memaksimalkan kesempatan tersebut setelah sepakannya masih melambung.

Striker asal Swedia itu kembali nyaris mencetak gol pada menit ke-26. Umpan Ødegaard membuka ruang bagi Max Dowman di sisi kanan sebelum bola diteruskan kepada Gyökeres. Namun, penyelesaian Gyökeres justru membentur mistar gawang.

Karetsas Manfaatkan Kesalahan Arsenal

Alih-alih menyamakan kedudukan, Arsenal justru kembali kebobolan.

Pada menit ke-29, Dortmund menggandakan keunggulan melalui Konstantinos Karetsas.

Gol tersebut bermula dari kehilangan bola Riccardo Calafiori di area tengah. Dortmund langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan serangan balik.

Karetsas kemudian melakukan aksi individu sebelum melepaskan penyelesaian yang membuat kiper Arsenal tak mampu menghalau bola.

Dortmund unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.

Nwaneri Hidupkan Peluang Arsenal

Arsenal tampil lebih agresif setelah turun minum.

Tekanan yang dibangun The Gunners akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Ethan Nwaneri memperkecil ketertinggalan Arsenal menjadi 1-2.

Gol tersebut tidak lepas dari kontribusi Christos Tzolis. Pemain sayap Arsenal itu bekerja keras dari sisi kiri sebelum memberikan umpan yang kemudian diselesaikan Nwaneri dengan tembakan mendatar.

Gol tersebut sempat mengubah momentum pertandingan. Arsenal mulai meningkatkan tekanan dan mencari gol penyama kedudukan.

Namun, harapan tersebut kembali mendapat pukulan hanya empat menit kemudian.

Gadou Kembali Bawa Dortmund Menjauh

Dortmund mencetak gol ketiga pada menit ke-59 melalui Joane Gadou.

Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok. Arsenal gagal mengamankan bola dengan sempurna setelah kiper Illan Meslier melakukan penyelamatan.

Bola masih berada di area berbahaya dan Gadou memanfaatkannya untuk mencetak gol.

Skor berubah menjadi 3-1 untuk Dortmund.

Gol tersebut memperlihatkan persoalan Arsenal dalam mengantisipasi bola mati sekaligus menjadi salah satu momen penting yang menentukan jalannya pertandingan.

Gyökeres Cetak Gol dari Titik Penalti

Arsenal belum menyerah.

Christos Tzolis kembali menjadi pemain yang memberikan ancaman. Pergerakannya di dalam kotak penalti membuat Jobe Bellingham melakukan pelanggaran.

Wasit kemudian menunjuk titik putih untuk Arsenal.

Viktor Gyökeres maju sebagai eksekutor pada menit ke-69. Striker anyar The Gunners tersebut menjalankan tugasnya dengan tenang dan mengubah skor menjadi 2-3.

Gol tersebut membuat Arsenal kembali memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan.

Gol Martinelli Dianulir pada Pengujung Laga

Arsenal terus mengejar gol penyama hingga menit-menit terakhir.

Pada masa injury time, Gabriel Martinelli sempat mencetak gol yang membuat pendukung Arsenal merayakan kemungkinan skor 3-3.

Namun, gol tersebut dianulir karena Martinelli berada dalam posisi offside.

Hingga pertandingan berakhir, Dortmund tetap mempertahankan keunggulan 3-2 dan keluar sebagai pemenang Emirates Cup 2026.

Daftar Pencetak Gol Arsenal vs Dortmund

Lima gol tercipta dalam pertandingan Arsenal vs Borussia Dortmund.

Dortmund membuka skor melalui Samuele Inacio pada menit ke-7, setelah memanfaatkan umpan Lukas Nmecha.

Konstantinos Karetsas kemudian menggandakan keunggulan Dortmund pada menit ke-29 setelah memanfaatkan kesalahan Arsenal di lini tengah.

Arsenal memperkecil skor melalui Ethan Nwaneri pada menit ke-55, berkat kontribusi Christos Tzolis.

Dortmund kembali menjauh lewat Joane Gadou pada menit ke-59, yang memanfaatkan situasi bola mati.

Arsenal kemudian mendapatkan gol keduanya melalui Viktor Gyökeres pada menit ke-69 dari titik penalti setelah Tzolis dilanggar di kotak terlarang.

Tzolis Jadi Sisi Positif Arsenal

Meski Arsenal kalah, penampilan Christos Tzolis menjadi salah satu hal yang patut mendapat perhatian.

Tzolis terlibat langsung dalam dua gol Arsenal. Ia memberikan kontribusi dalam proses gol Nwaneri dan kemudian memenangkan penalti yang dieksekusi Gyökeres.

Kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan Dortmund membuat Tzolis menjadi salah satu sumber ancaman utama Arsenal sepanjang pertandingan.

Di sisi lain, Ethan Nwaneri juga memberikan respons positif. Pemain muda Arsenal tersebut tidak hanya mencetak gol, tetapi juga tampil aktif ketika The Gunners meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Pertahanan Arsenal Jadi Pekerjaan Rumah

Kekalahan dari Dortmund memberikan catatan penting bagi Mikel Arteta.

Arsenal mampu mencetak dua gol, menciptakan peluang, dan menunjukkan respons yang lebih baik setelah turun minum. Namun, tiga gol Dortmund memperlihatkan sejumlah persoalan di lini belakang.

Gol pertama lahir dari ruang yang terbuka di pertahanan Arsenal. Gol kedua berawal dari kehilangan bola di area tengah, sedangkan gol ketiga tercipta setelah Arsenal gagal mengamankan situasi bola mati.

Artinya, masalah Arsenal bukan semata-mata produktivitas di depan gawang. Konsentrasi dan pengambilan keputusan ketika kehilangan bola juga menjadi aspek yang harus diperbaiki.

Hal tersebut semakin penting karena musim kompetitif sudah semakin dekat.

Arsenal Menang Adu Penalti, tetapi Dortmund Tetap Juara

Ada catatan unik setelah pertandingan.

Arsenal memang kalah 2-3 dalam pertandingan utama, tetapi kemudian memenangkan adu penalti pascapertandingan dengan skor 5-4. Ethan Nwaneri menjadi penentu kemenangan Arsenal dalam sesi tersebut.

Namun, adu penalti itu merupakan sesi pascapertandingan dan tidak mengubah hasil resmi final Emirates Cup.

Dengan demikian, Borussia Dortmund tetap tercatat sebagai pemenang pertandingan dengan skor 3-2 sekaligus juara Emirates Cup 2026.

Apa Arti Kekalahan Ini bagi Arsenal?

Sebagai pertandingan pramusim, hasil ini tentu tidak bisa dijadikan ukuran mutlak performa Arsenal sepanjang musim 2026/2027.

Namun, pertandingan melawan Dortmund memberikan gambaran mengenai beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan Arteta.

Lini depan menunjukkan perkembangan positif. Gyökeres mampu mencetak gol dari titik penalti, Nwaneri memberikan kontribusi, sementara Tzolis tampil sebagai salah satu pemain Arsenal yang paling menonjol.

Sebaliknya, lini belakang masih harus meningkatkan koordinasi dan konsentrasi.

Arsenal masih memiliki satu pertandingan pramusim melawan Como sebelum menghadapi Manchester City pada Community Shield. Setelah itu, The Gunners akan memasuki musim Premier League 2026/2027.

Karena itu, kekalahan 2-3 dari Dortmund dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi Arteta. Bukan hanya karena Arsenal gagal memenangkan Emirates Cup, tetapi karena pertandingan tersebut menunjukkan secara jelas bagaimana kesalahan kecil dapat langsung dihukum oleh lawan.

Arsenal kalah, tetapi pertandingan ini juga memberi Arteta sejumlah petunjuk penting tentang area yang harus segera diperbaiki sebelum musim kompetitif dimulai.

(arsenal/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN