Monday, August 10, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Liverpool vs Monaco: The Reds Kalah 2-3 di Anfield

Mistar.idMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 23.27 WIB
liverpool_vs_monaco_the_reds_kalah_23_di_anfield

ilustrasi, Liverpool vs Monaco: The Reds Kalah 2-3 di Anfield. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/8/2026) — Liverpool FC harus menelan kekalahan 2-3 dari AS Monaco dalam laga persahabatan pramusim di Anfield, Minggu (9/8/2026) malam WIB. Sempat unggul dua gol lewat Alexander Isak dan Florian Wirtz, The Reds gagal mempertahankan keunggulan setelah Monaco melakukan comeback melalui Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner.

Liverpool tampil agresif sejak awal pertandingan. Alexander Isak membuka keunggulan pada menit ke-16 setelah memanfaatkan assist Ryan Gravenberch. Tiga belas menit berselang, Florian Wirtz menggandakan skor melalui situasi serangan yang kembali melibatkan Isak.

Namun, Monaco perlahan menemukan ritme permainan. Golovin memperkecil ketertinggalan melalui penalti menjelang turun minum, sebelum Biereth menyamakan kedudukan pada awal babak kedua. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Brunner mencetak gol kemenangan Monaco pada menit ke-88 melalui sundulan dari situasi sepak pojok.

Liverpool Unggul Cepat Lewat Isak dan Wirtz

Liverpool langsung bermain agresif sejak menit awal. Monaco sebenarnya lebih dulu menciptakan peluang melalui Mika Biereth pada menit pertama, tetapi tembakannya masih mampu diamankan Alisson Becker.

The Reds kemudian mulai mengambil kendali.

Pada menit ke-7, Jeremie Frimpong menguji kiper Monaco, Lukás Hrádecky, melalui tembakan dari luar kotak penalti. Florian Wirtz juga memperoleh peluang setelah menerima umpan Alexander Isak, tetapi upayanya masih dapat diselamatkan.

Tekanan Liverpool akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16.

Ryan Gravenberch mengirimkan umpan kepada Isak yang berada di area tengah kotak penalti. Penyerang Liverpool tersebut kemudian melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang Monaco.

Liverpool unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi awal dari kombinasi positif antara Isak dan Wirtz yang kemudian kembali menghasilkan gol.

Pada menit ke-29, Isak beralih menjadi kreator. Ia memberikan assist kepada Wirtz yang berada dalam posisi sangat dekat dengan gawang. Wirtz menyelesaikannya menggunakan kaki kanan.

Liverpool 2-0 Monaco.

Dua gol tersebut sekaligus memperlihatkan potensi kombinasi lini depan Liverpool. Isak bukan hanya mampu menjadi penyelesai akhir, tetapi juga terlibat dalam proses penciptaan peluang.

Penalti Golovin Mengubah Momentum

Keunggulan dua gol Liverpool ternyata tidak bertahan hingga turun minum.

Monaco terus mencari celah dan mulai memberikan tekanan lebih besar ke pertahanan Liverpool. Pada menit ke-43, Aleksandr Golovin mendapatkan pelanggaran di dalam kotak penalti.

Virgil van Dijk menjadi pemain Liverpool yang dianggap melakukan pelanggaran tersebut dan wasit menunjuk titik putih.

Golovin sendiri maju sebagai eksekutor. Ia melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok kanan bawah yang gagal dihentikan Alisson.

Liverpool 2-1 Monaco.

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Monaco karena memangkas defisit sebelum jeda. Liverpool yang sebelumnya unggul nyaman harus memasuki babak kedua hanya dengan keunggulan satu gol.

Biereth Samakan Skor, Liverpool Mulai Kehilangan Kendali

Memasuki babak kedua, Liverpool melakukan sejumlah pergantian pemain. Alisson digantikan Giorgi Mamardashvili, sedangkan beberapa pemain lain menyusul keluar dalam pergantian berikutnya.

Monaco memanfaatkan perubahan dinamika tersebut.

Pada menit ke-56, Mika Biereth mencetak gol penyama kedudukan. Penyerang Monaco tersebut melepaskan tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti yang bersarang di tengah gawang.

Liverpool 2-2 Monaco.

Sebelum gol tersebut, Biereth sebenarnya sudah mendapatkan peluang dari posisi serupa. Tembakannya sempat ditepis Mamardashvili ke arah bawah kanan gawang.

Kali kedua mendapatkan kesempatan, Biereth tidak kembali menyia-nyiakannya.

Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka. Liverpool tidak lagi memiliki keunggulan yang sebelumnya mereka bangun dengan dua gol cepat.

Brunner Jadi Penentu Kemenangan Monaco

Liverpool dan Monaco kemudian saling mencari gol kemenangan.

The Reds memasukkan sejumlah pemain, termasuk Federico Chiesa, Harvey Elliott, Calvin Ramsay, Trey Nyoni, dan Rio Ngumoha. Di kubu Monaco, Paris Brunner masuk menggantikan Biereth pada menit ke-80.

Pergantian tersebut ternyata menjadi keputusan penting.

Delapan menit setelah masuk, Brunner mencetak gol yang membawa Monaco berbalik unggul.

Berawal dari sepak pojok Monaco pada menit ke-87, Anis Soubeir mengirimkan umpan silang ke area kotak penalti. Brunner berada di posisi yang tepat dan menyambut bola dengan sundulan dari jarak sangat dekat.

Bola meluncur ke bagian atas tengah gawang.

Liverpool 2-3 Monaco.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Monaco sekaligus melengkapi comeback mereka setelah sempat tertinggal dua gol.

Liverpool tidak memiliki waktu cukup untuk membalas. Pertandingan berakhir pada skor 2-3.

Isak dan Wirtz Jadi Sinyal Positif Liverpool

Meski kalah, penampilan Liverpool pada fase awal pertandingan memberikan sejumlah catatan positif.

Isak menjadi salah satu pemain paling menonjol. Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist. Wirtz juga mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Isak.

Koneksi keduanya menjadi salah satu sorotan utama pertandingan.

Isak mampu bergerak sebagai penyerang yang mengancam kotak penalti, tetapi juga berperan dalam menciptakan peluang. Sementara Wirtz menunjukkan kemampuannya menemukan ruang di area berbahaya dan menyelesaikan peluang dari jarak dekat.

Kombinasi tersebut berpotensi menjadi salah satu senjata Liverpool pada musim kompetitif mendatang.

Comeback Monaco Tunjukkan Masalah Liverpool

Di sisi lain, kekalahan ini memperlihatkan pekerjaan rumah Liverpool.

Masalahnya bukan semata-mata jumlah gol yang kebobolan. Liverpool sempat memiliki kontrol permainan dan unggul 2-0, tetapi setelah Monaco memperkecil skor melalui penalti, momentum perlahan berpindah.

Pergantian pemain dalam jumlah besar memang merupakan hal yang wajar dalam pertandingan pramusim. Namun, pertandingan ini tetap memberikan gambaran mengenai pentingnya kedalaman skuad dan kemampuan mempertahankan struktur permainan ketika sejumlah pemain utama meninggalkan lapangan.

Monaco mampu mencetak tiga gol melalui tiga situasi berbeda: penalti, permainan terbuka, dan bola mati.

Hal tersebut menunjukkan fleksibilitas mereka dalam memanfaatkan peluang.

Brunner dan Bola Mati Jadi Pembeda

Gol kemenangan Brunner menjadi contoh paling jelas.

Liverpool sebenarnya berhasil bertahan hingga menit-menit akhir setelah Monaco menyamakan kedudukan. Namun, satu situasi bola mati mengubah hasil pertandingan.

Sepak pojok Soubeir berhasil dimanfaatkan Brunner melalui sundulan dari jarak dekat.

Bagi Monaco, gol itu sekaligus menunjukkan kualitas pemain pengganti. Brunner baru berada di lapangan sekitar delapan menit ketika ia mencetak gol kemenangan.

Kesimpulan: Liverpool harus menerima kekalahan 2-3 dari Monaco setelah sebelumnya unggul 2-0 di Anfield.

Alexander Isak membuka skor pada menit ke-16, sebelum Florian Wirtz menggandakan keunggulan pada menit ke-29. Monaco kemudian bangkit melalui penalti Aleksandr Golovin pada menit ke-44 dan gol Mika Biereth pada menit ke-56.

Paris Brunner akhirnya menjadi pahlawan Monaco setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 melalui sundulan dari sepak pojok yang dikirim Anis Soubeir.

Bagi Liverpool, hasil ini tentu bukan penutup ideal untuk pertandingan persahabatan di Anfield. Namun, performa Isak dan Wirtz memberikan sinyal positif di lini depan.

Sebaliknya, kemampuan mempertahankan keunggulan dan mengontrol pertandingan setelah melakukan pergantian pemain menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki.

Skor akhir: Liverpool 2-3 Monaco.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN