Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Tanggul Jebol Lagi! 2 Kecamatan di Tapteng Terendam Banjir Susulan

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 14.18 WIB
newsroom_tanggul_jebol_lagi_2_kecamatan_di_tapteng_terendam_banjir_susulan

Tanggul Jebol Lagi! 2 Kecamatan di Tapteng Terendam Banjir Susulan. (Foto: Nuha/Mistartv)

Newsroom: Tanggul Jebol Lagi! 2 Kecamatan di Tapteng Terendam Banjir Susulan

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID - Hujan deras yang mengguyur selama dua hari menyebabkan Kecamatan Tukka dan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kembali dilanda banjir susulan. Ratusan rumah dan sejumlah ruas jalan terendam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, mengatakan hujan berintensitas tinggi mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Luapan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) menyebabkan tanggul di Kelurahan Hutanabolon kembali jebol sehingga banjir merendam sejumlah wilayah hingga Senin (3/8/2026).

Di Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Meningkatnya debit Sungai Aek Silaga-laga membuat warga terpaksa mengungsi ke Gereja HKBP Sipange. Sementara itu, warga Lingkungan I dan II Kelurahan Hutanabolon yang masih trauma akibat banjir sebelumnya juga memilih mengungsi ke Gedung Gereja HKI Lama.

Menurut Erianto, sebanyak 50 kepala keluarga atau 150 jiwa saat ini mengungsi di Gedung Gereja HKI Lama. Sementara di Kecamatan Badiri, banjir terparah terjadi di Kelurahan Lopian. Puluhan rumah dan jalan umum terendam dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 cm.

BPBD bersama Tim SAR, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi serta membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Pusdalops BPBD Tapteng juga terus memantau perkembangan ketinggian air dan kondisi tanggul secara berkala.

Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengatakan, pemerintah daerah telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat melalui normalisasi sungai. Pemkab Tapteng juga akan melakukan pengerukan Sungai Sipange untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir susulan.

Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat mitigasi bencana melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (KTB), pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemulihan sektor pertanian, serta percepatan penyediaan infrastruktur dasar, termasuk akses air bersih bagi warga terdampak.(hm21)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN