Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Manfaatkan Teknologi Biometrik

Mistar.idSenin, 20 Juli 2026 pukul 15.13 WIB
pendaftaran_program_magang_nasional_2026_manfaatkan_teknologi_biometrik

Program Magang Nasional 2026. (Foto: Literasi Online)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memperketat sistem pendaftaran Program Magang Nasional 2026 dengan memanfaatkan teknologi biometrik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik percaloan selama proses pendaftaran.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sistem administrasi kini dirancang lebih terintegrasi sehingga proses seleksi peserta dapat berjalan lebih aman dan transparan.

"Sudah menggunakan biometrik. Jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri," kata Yassierli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026), dilansir dari Kompas.com.

Program Magang Nasional 2026 telah dibuka sejak 15 Juli dan dijadwalkan berakhir pada 28 Juli 2026. Kemenaker juga memastikan seluruh lowongan yang diajukan oleh perusahaan, kementerian, maupun lembaga telah melalui proses verifikasi yang ketat sebelum dibuka kepada masyarakat.

"Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu: perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ujarnya.

Kemenaker juga memastikan lokasi fisik perusahaan benar-benar ada dan bukan fiktif. Selain itu, Kemenaker juga menyeleksi kesesuaian posisi yang ditawarkan. Jika pekerjaan yang dibuka tidak sesuai dengan standar posisi lulusan perguruan tinggi, pihaknya tidak segan untuk menolak usulan tersebut.

"Apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi. Kalau tidak, kita coret," ucap Yassierli.

Yassierli mengungkapkan, pelaksanaan program magang tahun ini jauh lebih baik dan inklusif.

Kesempatan ini tidak hanya dibuka untuk lulusan baru jalur reguler, tetapi juga bagi mereka yang lulus dari pendidikan profesi serta para penyandang disabilitas.

"Kita berharap magang nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif," ucap dia. (kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN