Friday, August 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kejar Target 100 GW, AESI Bentuk 4 Satgas untuk Percepat PLTS

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 20.23 WIB
kejar_target_100_gw_aesi_bentuk_4_satgas_untuk_percepat_plts_

Ilustrasi PLTS milik Pertamina NRE. (Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (21/8/2026) – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) membentuk empat satuan tugas khusus untuk mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) nasional.

Langkah ini mendukung target pemerintah membangun PLTS 100 gigawatt (GW). Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, mengatakan industri memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan proyek tahap pertama sebesar 30 GW.

"Tugas kami adalah memastikan kesiapan di sisi industri, mulai dari rantai pasok, kualitas pemasangan, hingga tenaga kerja yang tersertifikasi," ujar Mada Ayu di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Keempat satgas tersebut memiliki fokus berbeda. Pertama, Satgas 100 GW bertugas memetakan peta jalan pemanfaatan energi surya secara nasional dengan pendekatan pragmatis. Kedua, Satgas PLTS Atap untuk mendorong pemasangan panel surya di atap gedung secara masif.

Ketiga, Satgas Independent Power Producer (IPP) mengawal proses pengadaan agar proyek PLTS layak secara finansial dan menarik investor. Keempat, Satgas Green Workforce menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan tersertifikasi.

Mada Ayu menyebut AESI mendukung penuh visi Presiden Prabowo Subianto agar setiap desa memiliki PLTS berkapasitas 1 MW.

Untuk mewujudkan itu, AESI mengembangkan model sandbox kemandirian energi berbasis komunitas. Karakter PLTS yang modular dinilai cocok untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, termasuk di puskesmas dan koperasi desa.

AESI juga menggandeng Kementerian Koperasi. Jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan dimanfaatkan sebagai pusat layanan atau service centre.

"Selama ini perawatan PLTS di desa masih bergantung pada teknisi dari luar wilayah. Padahal instalasi yang baik bisa berhenti berfungsi hanya karena tidak ada yang merawat," kata Mada.

Untuk mengatasi persoalan perawatan, AESI akan menggelar pelatihan khusus bagi perempuan di desa.

Mereka akan dibekali keterampilan memperbaiki dan memelihara PLTS secara mandiri. Program ini berada di bawah Satgas Green Workforce. Tujuannya agar teknisi tersedia langsung di lokasi tanpa harus menunggu dari kota.

"Kami ingin perempuan di desa memiliki keterampilan menjaga sistem PLTS 1 MW ini. Sekaligus memberi pendapatan tambahan dan menjaga keandalan aset negara," pungkas Mada.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN