Friday, September 11, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hadapi Kemarau, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan dan Subsidi Beras

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 14.31 WIB
hadapi_kemarau_pemerintah_siapkan_bantuan_pangan_dan_subsidi_beras_

Bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat menghadapi kemarau.(Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

news_banner

Lampung Selatan, MISTAR.ID (11/9/2026) – Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau yang berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah mengambil langkah antisipasi karena musim kemarau dan masa paceklik mulai berdampak terhadap pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Karena sekarang sedang musim kering, musim paceklik, harga mulai sedikit demi sedikit naik. Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah untuk menghadapi kondisi tersebut,” kata Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di KDKMP Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah menuntaskan penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya dialokasikan pada Juli, Agustus, dan September.

Bantuan tersebut diberikan sebanyak 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, penerima manfaat akan memperoleh total 30 kilogram untuk periode tiga bulan.

“Seharusnya Juli, Agustus, September itu 10 kilogram, tetapi sekarang September akan kita selesaikan sekaligus 30 kilogram,” ujarnya.

Menurut dia, bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data penerima bantuan pemerintah.

Pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Oktober, November, dan Desember dengan total 30 kilogram bagi penerima manfaat yang sama.

“Artinya ada satu juta ton lagi yang akan dibagi nanti Oktober atau November sekaligus 30 kilogram,” katanya.

Selain bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah menyiapkan sekitar satu juta ton beras subsidi yang akan disalurkan melalui pasar-pasar tradisional pada Oktober hingga Desember.

Beras subsidi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras, namun membutuhkan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah menargetkan harga beras subsidi tersebut berada pada kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

Kebijakan itu diharapkan dapat menambah pasokan beras di pasar sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama musim kemarau.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan subsidi tepung untuk mendukung pelaku usaha pangan, termasuk perajin kue dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena perajin-perajin kue ini tidak boleh impor beras lagi, kita turunkan harganya. Ada 380 ribu ton yang segera disiapkan untuk membuat kue dan berbagai usaha masyarakat,” kata Zulkifli.

Tepung tersebut disiapkan sebanyak sekitar 380 ribu ton dengan harga subsidi sekitar Rp11.000 per kilogram.

Pemerintah juga menyiapkan jagung bersubsidi bagi peternak rakyat sebagai bagian dari langkah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan serta mendukung keberlangsungan usaha masyarakat di tengah kondisi kemarau.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap ketersediaan pangan tetap terjaga, harga kebutuhan pokok terkendali, dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan selama menghadapi musim kemarau. (Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN