Viral Wajib Seminar Berbayar, Unimed Bantah Jadi Syarat Sidang Meja Hijau

Pelaksanaan IECES Unimed. (Foto: Unimed/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (2/11/2026) — Universitas Negeri Medan (Unimed) angkat bicara merespons sorotan publik dan pemberitaan terkait pelaksanaan The 3rd International Economic Conference for Enabling Sustainability (IECES) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada 28 Oktober lalu.
Sebelumnya, penyelenggaraan konferensi internasional ini menuai kritik dan viral di media sosial akibat dugaan pemaksaan terhadap mahasiswa semester akhir untuk mengikuti kegiatan berbayar sebagai prasyarat kelulusan atau ujian meja hijau.
Menanggapi hal itu, Koordinator Pusat Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed, Isli Iriani Indiah Pane, dengan tegas membantah isu yang menyebutkan keikutsertaan dalam IECES 2026 diwajibkan sebagai syarat mutlak untuk mengikuti sidang meja hijau maupun penyelesaian studi.
"Kami tegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak menjadi persyaratan untuk mengikuti ujian meja hijau maupun menyelesaikan studi di Unimed. Seluruh proses penyelesaian studi dan pelaksanaan ujian meja hijau tetap mengacu pada ketentuan akademik yang berlaku," katanya kepada MISTAR.ID, Senin (2/11/2026).
Pihak rektorat juga menyampaikan IECES merupakan agenda tahunan yang telah berjalan sejak 2024 dan 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga sebagai forum akademik global. Konferensi yang melibatkan scientific committee dari berbagai universitas luar negeri ternama secara hibrida, seperti Cranfield School of Management (Inggris), James Cook University (Singapura), De La Salle University (Filipina), hingga University of Malaya (Malaysia) ini membahas isu ekonomi, bisnis, akuntansi, hingga pendidikan berkelanjutan dengan tema berbeda setiap tahun.
Pihak kampus menjelaskan kegiatan ini memiliki laman prosiding resmi ber-e-ISSN 3123-6979 dengan sistem akses terbuka. Isli meminta publik membedakan antara publikasi prosiding konferensi dan publikasi artikel pada jurnal ilmiah mandiri yang memiliki standar seleksi tersendiri.
"Publikasi pada jurnal ilmiah memiliki standar, proses seleksi, dan kebijakan pembiayaan tersendiri sesuai dengan ketentuan pengelola jurnal. Jadi, perlu dibedakan antara publikasi prosiding konferensi dan publikasi artikel, termasuk jurnal terakreditasi SINTA dan lainnya," tutur Isli.
Dalam informasi yang beredar, disebutkan mahasiswa diwajibkan ikut dan membayar Rp150.000 hingga Rp250.000. Terkait biaya tersebut, Isli mengatakan tarif kepesertaan yang diberlakukan telah dicantumkan secara resmi pada laman registrasi dan disesuaikan dengan fasilitas serta kategori peserta.
"Kami menghargai kritik, masukan, dan laporan mahasiswa serta masyarakat sebagai evaluasi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Jika di lapangan ditemukan ketidaksesuaian, universitas akan menelusuri dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai aturan yang berlaku," ucapnya. (hm02)











































