Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Rumah Miah di Belawan Selesai Diperbaiki, Tapi Perjuangan Hidup Keluarga Masih Berat

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 16.15 WIB
rumah_miah_di_belawan_selesai_diperbaiki_tapi_perjuangan_hidup_keluarga_masih_berat

Miah (70) ketika ditemui di rumah sewanya di Lorong Sebrang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Medan, Selasa (3/11/2026). (Foto: Junaidin Zai/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Rumah perempuan lanjut usia (lansia) bernama, Miah (73) yang sempat ambruk, Selasa (15/9/2026) lalu, akan segera ia tempati. Sementara ini, ia masih tinggal di sebuah rumah sewa yang tak jauh dari rumah lamanya, di Lorong Sebrang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Kota Medan.

Saat ini rumah Miah sudah berdiri. Di bagian dalam terdapat ruang keluarga, kamar, dan ruang tamu. Secara keseluruhan semuanya tetap menggunakan material kayu dan di cat berwarna biru.

Kata Miah, bantuan perbaikan rumah oleh pemerintah, setidaknya sudah membuatnya tidak lagi menyewa atau menumpang di rumah tetangga lagi.

"Dua hari lagi kami pindah. Saya bersyukur Alhamdulillah bantuan (perbaikan rumah) ini sudah sedikit meringankan," ujarnya kepada MISTAR di lokasi, Selasa (3/11/2026).

Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan mengatakan rumah itu dibangun dengan cara gotong royong. Pemerintah Kecamatan Medan Belawan bersama kepolisian, TNI, Pomal, perangkat kelurahan dan warga mengumpulkan bahan bangunan dan mengerjakannya bersama.

"Pemerintah kota tidak menggunakan program bedah rumah karena bangunan Miah berada di atas lahan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)," ucapnya.

Rumah yang ditempati Miah selama sekitar 50 tahun itu berada di kawasan pesisir Belawan yang apabila air laut pasang akan mengalami banjir. Sebelum perbaikan, kondisinya buruk, papan-papannya lapuk dan bangunannya miring.

Akan tetapi, kata Miah, persoalan lama belum selesai. Miah serta anggota keluarga lainnya masih sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Rumah Mia di Lorong Sebrang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Medan, Selasa (3/11/2026). (Foto: Junaidin Zai/Mistar)

Tiga anak perempuannya yang telah menjanda, juga belum mampu menutupi kekurangan. Mereka bekerja serabutan, kadang membantu membersihkan rumah, hingga melipat pakaian orang lain.

Mariani (51), anak keduanya, mengatakan penghasilannya hanya sekitar Rp300 ribu per bulan. Sementara pendapatan adik laki-lakinya dari hasil nelayan tidak bisa terlalu diharapkan.

"Kadang dia (adik) kalau pergi ke laut sering enggak bawa apapun. Susah hidup di sini," ujarnya.

Kemudian, bantuan terhadap Miah juga sudah tidak pernah ada lagi. Datanya dalam daftar Desil menunjukkan jika ia tergolong dalam orang yang tidak mendapat bantuan. Mengenai hal itu, Miah belum mengetahui hingga seperti apa kepastian pendataan dirinya. (Junaidin Zai)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN