22.9 C
New York
Tuesday, June 18, 2024

Petani Jagung di Simalungun Menjerit, Biaya Produksi Tinggi Harga Anjlok

Simalungun, MISTAR.ID

Harga jagung di Kabupaten Simalungun saat ini tergolong rendah, untuk jagung kering hanya dihargai berkisar Rp4.000 – Rp4.300 per Kilogramnya, Selasa (11/6/24).

Harga tersebut, membuat sejumlah petani jagung menjerit, karena tidak sesuai dengan biaya produksi yang sangat tinggi.

Salah seorang petani jagung di Kecamatan Sidamanik bernama Tom Purba mengatakan, untuk harga saat ini, petani hanya bisa memperoleh hasil yang sesuai modal, padahal telah menunggu dan merawat jagung selama 4 Bulan.

Itupun dengan syarat jagung yang dihasilkan baik atau normal. “Kalau untuk modal memang balik, tetapi dengan kurun waktu 4 bulan, dan resiko gagal panen yang tinggi, harga sekarang tentu merugikan petani,” ucap Tom Purba.

Baca juga:Panen 8 Ton Jagung di Medan, Mentan Harap Indonesia Bisa Stop Impor Jagung

Tom bercerita, dalam segi harga petani selalu menjadi pihak yang tidak diuntungkan. Petani pun tidak dapat berbuat banyak, dan hanya bisa mengikuti harga yang ditetapkan oleh agen sebagai penampung.

Menurut Tom Purba, harga jagung saat ini berbanding terbalik dengan harga pupuk untuk tanaman jagung, dimana pupuk subsidi yang kuotanya sangat terbatas, membuat petani harus mengeluarkan dana lebih, untuk membeli pupuk nonsubsidi demi hasil panen yang lebih baik.

Tom Purba juga sangat menyayangkan, dalam fluktasi harga jagung, masyarakat tidak merasakan fungsi pemerintah. “Jagung itu dipupuk dua kali, kuota tidak cukup, dan ketika panen harganya rendah, terkadang kita tidak melihat mereka (pemerintah) bekerja,” ucapnya mengeluhkan harga jagung yang rendah.

Tom juga mengatakan, selama bertani jagung, tidak sekalipun pemerintah datang untuk membeli jagung masyarakat. Padahal selama ini, narasi-nasari yang selalu dilontarkan, Pemerintah akan hadir untuk petani.

Baca juga:Harga Jagung Masih Rendah, Petani Tunda Hari Panen

Sementara itu, salah satu Agen Jagung di Kecamatan Sidamanik Dony Sidabutar mengakui bahwa saat ini harga jagung memang tergolong rendah. Dia mengatakan, hal itu disebabkan produksi atau suplay jagung yang sangat tinggi dari berbagai daerah.

“Produksi jagung tinggi, terutama dari daerah Sulawesi, itu juga berdampak kepada kita di Simalungun ini,” ucap Dony. Untuk produksi jagung di Simalungun sendiri dikatakannya juga cukup tinggi.

Petani jagung berharap, agar Pemerintah bisa hadir, dan memberikan sedikit keuntungan kepada petani dari segi harga. “Kalau bisa berharap, harga jagung itu bisa normal di harga Rp5.500 sampai Rp6.000” Harapnya. (roland/hm06)

Related Articles

Latest Articles