Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Demian Siapkan DMS+ Jadi Ekosistem Horrortainment Menuju 2027

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 07.00 WIB
demian_siapkan_dms_jadi_ekosistem_horrortainment_menuju_2027

Demian Aditya. (foto: okezone/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – DMS+ mulai menyiapkan arah baru pengembangan bisnis dan ekosistem kontennya untuk 2027. Salah satu agenda yang disiapkan adalah mengembangkan DMS+ sebagai platform horrortainment, dengan cakupan yang lebih luas dan tidak lagi berpusat pada satu identitas maupun kelompok kreator.

CEO DMS+ Demian Aditya menyampaikan rencana tersebut dalam acara networking Ruang Tamu DMS+ Vol. 2 di Jakarta, belum lama ini. Dalam pemaparannya, Demian merangkum roadmap DMS+ menuju 2027 dalam tiga kata, yaitu “Wider, Higher, Bigger.”

Menurut Demian, aspek Wider menjadi salah satu fokus dalam pengembangan DMS+. DMS+ ke depan ingin membuka ruang yang lebih besar bagi kreator konten horor dari berbagai latar belakang di Indonesia.

“Transformasi DMS+ menjadi Horrortainment — membuka platform bagi seluruh konten kreator horor Indonesia, tidak lagi terbatas pada satu identitas,” demikian arah pengembangan yang dipaparkan dalam agenda tersebut.

Konsep horrortainment diharapkan dapat memperluas ekosistem konten horor sekaligus menjangkau penonton dengan karakter serta pola konsumsi konten yang semakin beragam.

Tidak hanya memperbanyak kreator, DMS+ juga menyiapkan perubahan dalam format penyajian konten. Salah satunya adalah Vertical Movie, berupa drama horor yang dikemas dalam format vertikal dan ditujukan untuk konsumsi melalui perangkat seluler.

Format tersebut menyasar pengguna platform video pendek, seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Bagi DMS+, pengembangan format ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan platform.

“Wider, Higher, Bigger adalah arah kami membawa DMS+ melangkah ke 2027 — memperluas jangkauan dengan mengubah DMS+ menjadi Horrortainment dan mendorong format Vertical Movie,” ujar Demian.

Selain itu, COO DMS+ Syahrizal memaparkan rencana pengembangan Creator Room. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi bagi para kreator horor untuk menghasilkan dan mengembangkan konten di dalam ekosistem DMS+.

DMS+ juga menargetkan produksi 1.000 judul konten vertikal berbasis AI dengan memanfaatkan sejumlah entitas yang telah tersedia di Sosokpedia dan aplikasi. Di sisi lain, My Movie akan dikembangkan sebagai agregator film dan serial vertikal dari berbagai genre.

Untuk memperkuat sisi bisnis, CFO DMS+ Teguh Arifianto menyebut IP Management sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan DMS+ pada 2027.

Melalui sistem tersebut, hak cipta dan berbagai aset kreatif akan dikelola agar memiliki peluang untuk dikembangkan, dilisensikan, hingga dimonetisasi secara berkelanjutan.

Roadmap DMS+ juga mencakup penguatan kolaborasi dengan sejumlah mitra, di antaranya Sinemaku Pictures dan Motorola Indonesia. Kolaborasi dengan Sinemaku Pictures salah satunya diwujudkan melalui film layar lebar “Memburu Pemangsa”, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 September 2026.

Bagi DMS+, pengembangan ekosistem horor menjadi salah satu langkah strategis menuju 2027. Melalui konsep horrortainment, DMS+ ingin memperluas identitasnya dari sekadar platform berbasis konten tertentu menjadi ekosistem yang dapat menaungi lebih banyak kreator sekaligus menghadirkan beragam format hiburan bertema horor.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN