Monday, September 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pendidikan Tak Cukup Hanya Akademik, Seni dan Karakter Perlu Ruang

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 14.40 WIB
pendidikan_tak_cukup_hanya_akademik_seni_dan_karakter_perlu_ruang

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, saat menghadiri workshop Guru Muhammadiyah se-Sumut. (Foto: Dok. OK Zulfani Anhar/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, mengatakan semangat membangun ekosistem pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tapi memberikan ruang yang kuat bagi seni, budaya, kreativitas dan karakter peserta didik.

“Kami ingin memperkuat kebudayaan sehingga generasi muda bisa memahami kultur dan kearifan lokal setiap daerah. Penguatan ini harus terus dilakukan,” ucap Zulfani kepada Mistar, Senin (14/9/2026).

Dijelaskan Zulfani, seni dan budaya tidak cukup hanya diwariskan. Tapi harus dipahami dan dikembangkan dan dihidupkan oleh generasi baru.

“Saya juga berharap guru yang memiliki wawasan, kreativitas dan kemampuan pedagogis yang baik mampu melahirkan generasi yang mengenal akar budayanya, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta mampu menciptakan karya-karya baru. Harus dipahami, kebudayaan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Kota Medan dan Sumatera Utara,” katanya.

Untuk itu, guru sekolah Muhammadiyah se-Sumut dinilai penting mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Seni/Budaya di Balai Besar Guru Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara.

“Guru seni dan budaya bukan hanya mengajarkan keterampilan, tapi menjadi bagian penting menjaga identitas, karakter dan keberagaman budaya bangsa,” ujarnya.

“Semua pemangku kebijakan yang hadir kemarin bentuk komitmen bersama memperkuat kapasitas guru seni dan budaya di sekolah Muhammadiyah se-Sumatera Utara,” lanjutnya. (rahmad)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN