Monday, September 7, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Pemko Medan Perkuat Budaya Melayu Deli Lewat Kenduri Budaya Bintan 2026

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 09.49 WIB
pemko_medan_perkuat_budaya_melayu_deli_lewat_kenduri_budaya_bintan_2026

Salah satu penampilan di Kenduri Budaya Bintan 2026 di Riau. (foto:dokumen OK Zulfani/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (7/9/2026) - Bagian dari komitmen memperkenalkan serta memperkuat keberadaan seni dan budaya Melayu Deli, Pemko Medan berpartisipasi dalam Kenduri Budaya Bintan 2026 yang berlangsung di Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 3–5 September 2026.

“Ini merupakan arahan Pak Wali Kota Rico Waas dan Kadisdikbud Ahmad Barli Nasution yang sejak awal berkomitmen untuk pengembangan kebudayaan Melayu,” ucap Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, OK Zulfani Anhar kepada Mistar, Senin (7/9/2026).

Keterangan gambar: Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, OK Zulfani Anhar, saat menghadiri Kenduri Budaya Bintan 2026 di Riau. (foto:dokumen OK Zulfani/mistar)

Dikatakan OK, selama mengikuti Kenduri Budaya Bintan 2026, mereka mengikuti tradisi Makan Berhidang bersama Badan Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau, pemerintah daerah dan para pemuka adat Melayu Kepulauan Riau.

“Dalam budaya Melayu, Makan Berhidang merupakan salah satu tradisi makan bersama yang dilaksanakan dengan duduk bersila. Sementara berbagai hidangan disajikan di atas talam dan ditutup menggunakan tudung saji. Tradisi ini bentuk penghormatan terhadap nilai kebersamaan, persaudaraan dan adat istiadat Melayu,” katanya.

OK menjelaskan, Disdikbud Kota Medan juga menampilkan Tari Inai dan Ronggeng Melayu Deli dalam ruang perjumpaan kebudayaan Nusantara tersebut.

“Tari Inai merupakan tarian klasik dan ritus tradisional Melayu Deli yang berkaitan dengan pelaksanaan malam berinai besar menjelang pernikahan seorang bangsawan. Sementara Ronggeng Melayu Deli merupakan kesenian tradisional yang memadukan tari dan nyanyian secara berpasangan dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Melayu di Sumatera Timur, khususnya pada masa kejayaan perkebunan tembakau pada paruh kedua abad ke-19,” jelasnya.

Lewat partisipasi dalam Kenduri Budaya Bintan 2026, OK berharap seni dan budaya Melayu Deli semakin dikenal luas.

“Yang terpenting budaya Melayu diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan dan pertukaran kebudayaan antardaerah di Indonesia,” pungkasnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN