Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG: Hujan Ekstrem di Sumut hingga 1 November, Banjir dan Longsor Mengintai

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 18.57 WIB
bmkg_hujan_ekstrem_di_sumut_hingga_1_november_banjir_dan_longsor_mengintai

Ilustrasi cuaca ekstrem. (foto: Pixabay)

Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Utara (Sumut) selama empat hari, mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologis, seperti angin kencang, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi terbentuknya bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot atau 46 kilometer per jam, tekanan udara minimum 1.009 hPa, dan bergerak ke arah barat-barat daya.

"Bibit siklon tropis 91B ini membentuk daerah pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin yang membentang di wilayah Sumut. Kondisi ini masih diperkuat juga oleh aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia," kata Hendro dalam siaran pers, Kamis (29/10/2026).

Selain itu, suhu muka laut yang hangat dan kelembapan udara yang cukup tinggi di setiap lapisan atmosfer turut mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang pada siang hingga dini hari, dengan durasi cukup lama di sejumlah wilayah Sumatera.

Hendro mengatakan, peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 berpotensi terjadi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Karo, Dairi, Simalungun, Asahan, Batu Bara, Pakpak Bharat, Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Potensi cuaca ekstrem juga mengancam Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias Utara, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan.

Sementara itu, sejumlah wilayah perkotaan yang berpotensi terdampak meliputi Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.

"Tak hanya itu, cuaca ekstrem ini juga meningkatkan potensi tinggi gelombang signifikan kategori sedang, yakni setinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara," ucapnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN