Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pertamina Temukan Harta Karun Raksasa! Cadangan 1 Miliar Barel Minyak di Jambi Merang

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 12.36 WIB
pertamina_temukan_harta_karun_raksasa_cadangan_1_miliar_barel_minyak_di_jambi_merang_

Ilustrasi, Pertamina temukan cadangan 1 miliar barel minyak di Jambi Merang. (Foto: Fb/CNBC Indonesia)

Denpasar, MISTAR.ID (29/10/2026) — PT Pertamina (Persero) mengumumkan temuan potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) raksasa dengan volume lebih dari 1 miliar barel. Cadangan tersebut berada di Sumur Padang Pancuran, Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang, Sumatra Selatan.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan Sumur Padang Pancuran saat ini tengah dalam tahap pengembangan sebelum diproduksikan. Temuan ini menjadi salah satu potensi cadangan terbesar yang dimiliki perusahaan.

"Kalau kita lihat lagi di bawah di Sumatra, salah satu discovery terbesar kita adalah di Padang Pancuran, itu di Jambi Merang. Itu kita sedang di sana juga, kita usahakan percepat, potensinya juga sangat besar, bisa lebih dari 1 miliar barel hanya dari Padang Pancuran," jelasnya di sela acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, dilansir CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Selain Padang Pancuran, Pertamina juga membangun ekosistem pengembangan migas non-konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau. Wilayah kerja tersebut menyimpan potensi cadangan hidrokarbon lebih dari 11 miliar barel.

"Untuk di Sumatra kita sedang membangun ekosistem untuk unconventional oil and gas di Rokan. Itu potensinya besar sekali, lebih dari 11 miliar barel," paparnya.

Untuk menekan biaya produksi per sumur di Blok Rokan, Pertamina membutuhkan keterlibatan sekitar 50 penyedia jasa. Strategi ini telah dikembangkan di Permian Basin, Texas.

"Tapi tentu butuh ekosistem seperti di Permian Basin di Texas di mana kita punya vendor yang banyak, ada 50 vendor sehingga cost per well-nya itu, biaya produksi per sumurnya itu bisa berkurang," imbuhnya.

Guna menopang kegiatan eksplorasi, Pertamina mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 75 persen ke sektor hulu. Alokasi ini difokuskan untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam mencapai target produksi nasional 1 juta barel minyak per hari pada 2030.

"Pertama-tama kita Pertamina mengalokasikan capex terbesar kita di hulu. Karena memang salah satu mandat yang diberikan pemerintah adalah meningkatkan produksi hulu. Kita mengalokasikan sekitar 75 persen dari capex kita ke hulu," jelas Oki.

Di luar Sumatra, potensi eksplorasi Pertamina juga tersebar di Jawa dan Indonesia Timur. Wilayah Indonesia Timur yang berada di bawah Region 4 hulu domestik menjadi area eksplorasi utama yang didominasi potensi gas alam.

"Yang terbesar memang di Indonesia Timur. Jadi kalau misalnya kita bagi Pertamina itu di dalam negeri ada 4 region, di luar negeri ada 1 region internasional, region 4 itu memang full of exploration. Kita punya dua-duanya, minyak dan gas, tapi memang lebih besar gas," tandasnya.

Ditaksir 1,4 Miliar Barel

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengidentifikasi potensi cadangan minyak raksasa atau giant discovery di Blok Jambi Merang yang diproyeksikan mencapai 1,4 miliar barel.

Oki menyebutkan perusahaan tengah mengurus berbagai perizinan agar pengeboran di lapangan tersebut segera dilaksanakan.

"Giant discovery di Jambi Merang itu bisa potentially up to 1,4 miliar barel. Sangat besar, Bapak dan Ibu," ujar Oki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026).

Penemuan skala besar tersebut diharapkan memberikan tambahan produksi bagi hulu migas nasional. Fokus utama pengembangan blok tersebut adalah area Padang Pancuran (PPC) yang masuk dalam cakupan WK Jambi Merang.

"Saat ini juga kami sedang mengurus perizinan-perizinan. Mudah-mudahan kita bisa mengebor beberapa sumur tahun ini," jelasnya.

Selain Jambi Merang, perusahaan juga terus memacu produksi di klaster lain seperti Blok Rokan melalui penerapan teknologi pemulihan minyak. Hal itu menjadi komitmen perusahaan yang telah menyumbang hingga 65 persen produksi minyak mentah nasional sejak 2021. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN