Kanker Payudara pada Wanita Muda Diklaim Lebih Agresif

Ilustrasi. (Foto: Fakultas Kedokteran Unair)
Seoul, MISTAR.ID - Kasus kanker payudara di Korea Selatan terus meningkat. Bahkan, banyak ditemukan kasusnya pada perempuan berusia 30-an dan 40-an. Kondisi ini kemudian memunculkan anggapan bahwa kanker payudara pada usia muda memiliki karakter yang lebih ganas.
Prof Lee Ji-eun, pakar onkologi medis dari Seoul St Mary's Hospital, The Catholic University of Korea, mengatakan seseorang yang didiagnosis kanker payudara pada usia muda tidak selalu berpotensi mengidap jenis kanker yang lebih agresif.
"Menjadi muda tidak secara otomatis berarti kanker yang diidap lebih agresif," ujar Prof Lee, dikutip dari Korea Biomedical Review, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, dokter perlu melihat sejumlah faktor lain untuk mengetahui karakteristik kanker, terutama subtipe dan stadium penyakit saat pertama kali didiagnosis.
Meski demikian, Prof Lee mengakui terdapat pola tertentu pada pasien usia muda. Beberapa subtipe kanker payudara yang dikenal lebih agresif memang lebih banyak ditemukan pada perempuan berusia 30-an dan 40-an.
Salah satunya adalah kanker payudara triple-negative. Data menunjukkan subtipe tersebut ditemukan pada 22,8 persen pasien berusia 15 hingga 39 tahun. Persentasenya hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan pasien berusia 50 tahun ke atas yang berada di angka 11,7 persen.
Pola serupa terlihat pada kanker payudara HER2-positif. Pada kelompok pasien usia muda, proporsinya mencapai 28,2 persen, sedangkan pada kelompok usia yang lebih tua sekitar 16,6 persen.
"Subtipe triple-negative dan HER2-positif yang cenderung lebih agresif memang ditemukan dengan proporsi lebih tinggi pada wanita muda," tutur Prof Lee.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa kanker payudara pada perempuan muda kerap dianggap berkembang lebih cepat. Padahal, usia pasien bukan penentu utama tingkat keganasan penyakit.
"Hal inilah yang membuat kanker payudara pada wanita muda sering digambarkan agresif dan dianggap berkembang lebih cepat. Padahal, yang paling menentukan adalah subtipe dan stadium kankernya," ucapnya. (Korea Biomedical)
PREVIOUS ARTICLE
Skrining Kesehatan Jiwa Dokter Internsip di Sumut Masih Berjalan






















