Hati-hati, Ada Beberapa Kebiasaan yang Bisa Memperparah Gerd

Ilustrasi. (Foto: FK Umsida)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked. (PD), Sp.PD menjelaskan beberapa faktor atau kebiasaan masyarakat yang justru dapat memperparah penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) atau sakit asam lambung kronis.
"Pertama, efek samping obat-obatan, seperti teofilin (mereda gejala asma), antikolinergik merupakan obat untuk gangguan pencernaan, alergi, dan lainnya, justru bisa memperparah Gerd," ujarnya kepada Mistar, Senin (2/2/2026).
Beberapa obat lainnya seperti beta adrenergik (obat asma), nitrat (mereda nyeri dada) dan calcium-channel blocker, juga memberikan efek yang sama.
Kebiasaan kedua, dikatakan Allif, mengonsumsi makanan-makanan, seperti cokelat, makanan berlemak seperti gorengan. Kemudian, mengonsumsi kopi maupun alkohol juga dapat memperparah Gerd.
"Ketiga hormon, umumnya terjadi pada wanita hamil dan menopause. Pada wanita hamil, menurunnya tekanan LES (pita otot melingkar di ujung bawah kerongkongan) terjadi akibat peningkatan kadar progesteron (hormon steroid)," ucapnya.
Dokter Rumah Sakit Umum Alfuadi itu juga mengatakan hormon wanita saat menopause dapat menurunnya tekanan LES terjadi akibat terapi hormon estrogen.
Anggota Ikatan Dokter Indonesia Medan itu juga mengatakan faktor pemicu Gerd berupa Indeks Massa Tubuh (IMT) yang semakin tinggi nilai IMT, maka risiko terjadinya Gerd juga semakin tinggi. (hm20)





















