216 Kematian Dilaporkan, Obat Pelangsing Populer Mounjaro dan Wegovy Disorot

Ilustrasi. (foto: getty images via the sun)
London, MISTAR.ID - Regulator obat Inggris menerima 216 laporan kematian dalam pemantauan penggunaan obat suntik penurun berat badan seperti Mounjaro, Wegovy, dan Saxenda. Namun, otoritas menegaskan laporan tersebut belum membuktikan obat-obatan itu menjadi penyebab langsung kematian.
Berdasarkan data Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) yang dikutip The Sun, laporan kematian tersebut masuk melalui sistem pemantauan efek samping obat. Rinciannya, 120 laporan terkait Mounjaro (tirzepatide), 59 laporan terkait Wegovy (semaglutide), dan 37 laporan terkait Saxenda (liraglutide).
MHRA menyebut laporan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor lain, termasuk penyakit bawaan atau kondisi medis yang sebelumnya tidak terdeteksi. Karena itu, jumlah laporan tidak dapat diartikan sebagai jumlah kematian yang disebabkan langsung oleh obat.
Selain laporan kematian, MHRA juga mencatat sekitar 15.000 laporan efek samping serius dan lebih dari 158.000 laporan efek samping nonserius terkait penggunaan obat penurun berat badan tersebut.
Mounjaro menjadi obat dengan jumlah laporan efek samping terbanyak, yakni lebih dari 106.000 laporan. Sementara Wegovy mencatat lebih dari 48.000 laporan dan Saxenda sekitar 4.400 laporan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 laporan efek samping Mounjaro dikategorikan serius, disusul Wegovy dan Saxenda masing-masing sekitar 4.800 dan 734 laporan.
Keluhan yang paling sering muncul berasal dari gangguan pencernaan. Mounjaro mencatat hampir 66.000 laporan gangguan gastrointestinal, disusul Wegovy dan Saxenda masing-masing sekitar 28.900 dan 1.400 laporan.
Data MHRA tersebut berasal dari Yellow Card Scheme, sistem pelaporan yang memungkinkan pasien, keluarga, tenaga medis, maupun pengasuh menyampaikan dugaan efek samping obat. Satu orang dapat membuat lebih dari satu laporan sehingga angka tersebut tidak selalu menunjukkan jumlah individu yang terdampak.
Meski demikian, MHRA menyatakan manfaat obat golongan GLP-1 receptor agonist masih dinilai lebih besar dibandingkan risikonya apabila digunakan sesuai aturan dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Pada Januari lalu, MHRA memperbarui informasi produk obat suntik pelangsing dengan menambahkan peringatan mengenai risiko kecil terjadinya pankreatitis akut berat.
Saat ini diperkirakan sekitar 1,6 juta orang di Inggris menggunakan obat penurun berat badan tersebut. Laporan efek samping serius terkait Mounjaro juga disebut meningkat lebih dari 300 persen dalam satu tahun terakhir.
Perhatian terhadap obat ini kembali meningkat setelah The Sun melaporkan penyelidikan kematian Caroline Savage (73), warga Norfolk, yang diduga mengalami sakit perut parah setelah dosis Mounjaro ditingkatkan. Keluarga mempertanyakan apakah gejala tersebut terlalu cepat dianggap sebagai efek samping obat.
Sementara itu, produsen obat menegaskan keselamatan pasien menjadi prioritas. Novo Nordisk dan Eli Lilly mengingatkan obat-obatan tersebut harus digunakan berdasarkan resep serta pengawasan dokter, dan setiap dugaan efek samping perlu dilaporkan melalui sistem resmi. (*)
PREVIOUS ARTICLE
LAPK Medan Soroti Disparitas Informasi Layanan Kesehatan yang Berpotensi Picu Konflik














