Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Ancam Serang Pickaxe Mountain, Fasilitas Bawah Tanah Dekat Natanz

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 13.36 WIB
trump_ancam_serang_pickaxe_mountain_fasilitas_bawah_tanah_dekat_natanz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam Konvensi Paruh Waktu Nasional Partai Republik di Dallas, Texas, AS, 9 September 2026. )foto: Reuters/Callaghan O'Hare)

news_banner

Washington, MISTAR.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain, fasilitas bawah tanah yang diperkuat di dekat kompleks pengayaan uranium Natanz, Iran.

Dilansir Reuters, Kamis (10/9/2026), ancaman tersebut disampaikan Trump setelah menyebut adanya aktivitas di Pickaxe Mountain. Pernyataan itu disampaikan dalam konvensi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS.

Trump mengatakan Washington melihat sedikit aktivitas di lokasi tersebut. Ia kemudian memperingatkan Iran agar tidak “macam-macam” karena AS akan menghantam mereka dengan sangat keras.

Pickaxe Mountain terletak sekitar 220 kilometer di selatan Teheran dan hanya sekitar dua kilometer dari kompleks Natanz. Fasilitas itu memiliki dua kompleks terowongan yang dibangun jauh di bawah tanah.

Trump sebelumnya telah mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain setidaknya sejak pertengahan Juli. Namun, berdasarkan keterangan Institute for Science and International Security, fasilitas terowongan yang masih dalam pembangunan itu belum menjadi sasaran serangan dalam perang AS-Israel dengan Iran tahun ini maupun perang Israel-Iran selama 12 hari pada 2025.

Berbeda dengan Pickaxe Mountain, kompleks Natanz telah beberapa kali menjadi sasaran. Natanz dihantam pada Maret lalu dalam rangkaian serangan militer AS-Israel terhadap Iran. Israel juga menyerang fasilitas tersebut dalam perang dengan Iran tahun lalu.

Trump menjadikan pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan perang. Namun, hingga kini belum ada bukti terverifikasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir. Teheran juga berulang kali menyatakan program pengayaan uraniumnya digunakan untuk tujuan damai.

Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Serangan AS-Israel terhadap Iran serta serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

Perang ini juga telah melambungkan harga minyak dan gas, yang menjadi persoalan politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang. Trump mengatakan perang baru mungkin berakhir segera setelah pemilu, sembari menuduh Teheran berusaha memengaruhi pemilihan yang akan menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN