Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkab Pati Tetapkan KLB

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 14.03 WIB
ratusan_siswa_diduga_keracunan_mbg_pemkab_pati_tetapkan_klb

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG (Foto: IstimewaMistar)

news_banner

Pati, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa dan guru di dua sekolah di Kecamatan Gembong.

Penetapan status KLB dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, mengingat jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan cukup banyak.

“Karena menyangkut keselamatan korban dan jumlah penderita ratusan, kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

230 Siswa dan Guru Alami Mual hingga Diare

Dua sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.

Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual dan diare setelah menyantap menu MBG.

Sementara itu, di MTs Negeri 3 Pati, keluhan serupa dialami 127 siswa dan 30 guru.

Dengan demikian, total terdapat 230 siswa dan 43 guru yang dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih dalam proses investigasi dan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya gejala.

45 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

Pemkab Pati terus memantau kondisi para korban. Berdasarkan data terbaru pada Kamis pagi, sekitar 45 siswa masih menjalani rawat inap.

Mereka dirawat di dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa.

Chandra menegaskan keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau,” ujarnya.

Penanganan Darurat Bisa Gunakan Belanja Tidak Terduga

Pemkab Pati juga memastikan kebutuhan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Kebijakan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan korban, terutama karena kasus telah dikategorikan sebagai KLB dan menyangkut keselamatan banyak siswa serta guru.

Pemerintah daerah juga masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban untuk memastikan data yang digunakan dalam penanganan benar-benar akurat.

Pemkab Pati Tunggu Hasil Investigasi

Di tengah penanganan korban, Pemkab Pati bersama pihak terkait masih menyelidiki penyebab munculnya gejala setelah konsumsi MBG.

Investigasi diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau faktor lain.

Chandra mengatakan pemerintah daerah akan mengevaluasi proses distribusi makanan sekaligus aspek keamanan pangan.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” jelasnya.

Pemkab Pati memastikan penanganan korban dan pengawasan terhadap keamanan pangan menjadi prioritas sampai penyebab kejadian tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan resmi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN