Friday, July 3, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bocah 11 Tahun Tabrakkan Truk ke Rombongan Biksu di Thailand, Delapan Tewas

Mistar.idKamis, 2 Juli 2026 pukul 18.34 WIB
bocah_11_tahun_tabrakkan_truk_ke_rombongan_biksu_di_thailand_delapan_tewas

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Bangkok, MISTAR.ID - Kecelakaan tragis terjadi di Provinsi Mukdahan, Thailand, Kamis (2/7/2026). Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun menabrakkan truk milik orang tuanya ke rombongan prosesi keagamaan Buddha, mengakibatkan delapan biksu meninggal dunia dan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Saat insiden terjadi, rombongan yang terdiri atas 35 biksu dan lima pengikut sedang berjalan di tepi jalan untuk mengikuti prosesi keagamaan.

Komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, mengatakan kendaraan yang digunakan dalam kecelakaan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

"Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan telah dibawa untuk pemeriksaan forensik guna menentukan penyebab kecelakaan," ujarnya seperti dikutip dari AFP.

Pihak kepolisian juga telah memanggil orang tua bocah tersebut untuk dimintai keterangan terkait pengawasan terhadap anak mereka sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bocah itu diduga mengambil truk pikap milik orang tuanya tanpa izin. Saat mengemudikan kendaraan, ia kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak rombongan biksu.

Lima biksu meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Lebih dari 10 korban lain masih menjalani perawatan medis.

Kepala Kepolisian Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam, membenarkan bahwa pengemudi kendaraan merupakan anak laki-laki berusia 11 tahun.

Usai kejadian, tim medis dan petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Mukdahan.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, menyebut insiden tersebut menjadi pengingat penting mengenai keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, seluruh pihak, terutama orang tua, perlu meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan di jalan raya," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN