Friday, July 3, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Portugal vs Kroasia: Drama VAR Menit 90+15, Ronaldo Pecah Kutukan dan Ramos Jadi Pahlawan di Piala Dunia 2026

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 08.22 WIB
portugal_vs_kroasia_drama_var_menit_9015_ronaldo_pecah_kutukan_dan_ramos_jadi_pahlawan_di_piala_dunia_2026

Goncalo Ramos merayakan golnya. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Portugal memastikan tiket ke babak berikutnya Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 2-1 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung dramatis di Stadion Toronto, Kanada, Jumat (3/7/2026) pagi WIB.

Pertandingan yang awalnya diprediksi berlangsung ketat berubah menjadi salah satu laga paling emosional di turnamen sejauh ini. Cristiano Ronaldo akhirnya memecahkan kutukan panjang di fase gugur Piala Dunia, Gonçalo Ramos muncul sebagai pahlawan pada menit-menit akhir, sementara Kroasia harus menerima kenyataan pahit setelah gol penyeimbang mereka dianulir VAR pada masa injury time.

Kemenangan ini membawa Portugal melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Austria dengan skor 3-0.

Portugal Dominan Sejak Awal, Tetapi Kroasia Lebih Dulu Menghantam

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Portugal langsung mengambil alih permainan. Bruno Fernandes, Rafael Leao, dan Joao Cancelo berulang kali membongkar sisi pertahanan Kroasia.

Bruno Fernandes menjadi pemain paling berbahaya pada babak pertama. Gelandang Manchester United itu memaksa Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penting, sementara Cristiano Ronaldo, Joao Neves, hingga Rafael Leao juga memperoleh peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.

Meski terus ditekan, Kroasia mampu bertahan dengan disiplin. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan meskipun Portugal mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang.

Namun situasi berubah drastis selepas jeda.

Pada menit ke-53, Kroasia justru berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan silang Josip Stanisic, bola mengarah ke Ivan Perisic yang berdiri bebas di tiang jauh. Dengan tenang, pemain veteran tersebut mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan Diogo Costa.

Gol itu membuat Portugal berada di ambang eliminasi.

Ronaldo Akhirnya Pecah Telur di Fase Gugur Piala Dunia

Ketika tekanan mulai menghampiri Portugal, teknologi VAR kembali memainkan peran penting.

Pada menit ke-66, wasit meninjau ulang insiden tarikan Nikola Vlasic terhadap Renato Veiga di dalam kotak penalti. Setelah melihat tayangan ulang, Portugal diberikan hadiah penalti.

Semua mata langsung tertuju kepada Cristiano Ronaldo.

Di usia 41 tahun, kapten Portugal itu memikul beban besar. Namun Ronaldo menjawabnya dengan ketenangan luar biasa. Tendangan penaltinya mengarah tepat ke tengah gawang dan gagal diantisipasi Livakovic.

Gol tersebut bukan sekadar menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Itu adalah gol pertama Ronaldo sepanjang kariernya di fase gugur Piala Dunia. Sebuah catatan yang cukup mengejutkan mengingat legenda Portugal itu telah tampil dalam enam edisi turnamen terbesar sepak bola dunia.

Gol tersebut sekaligus menjadi gol ketiganya di Piala Dunia 2026 dan menjaga harapan Portugal untuk terus melangkah.

Ketika Roberto Martinez Mengambil Keputusan Berani

Salah satu momen paling menarik dalam pertandingan terjadi pada menit ke-81.

Roberto Martinez membuat keputusan berani dengan menarik keluar Ronaldo dan menggantikannya dengan Ruben Neves.

Keputusan itu sempat menimbulkan tanda tanya besar. Ronaldo terlihat tidak sepenuhnya puas saat meninggalkan lapangan, sementara banyak pendukung Portugal khawatir kehilangan figur utama mereka pada saat krusial.

Namun keputusan Martinez justru menjadi awal dari lahirnya gol kemenangan.

Portugal bermain lebih langsung dan agresif pada menit-menit akhir, dengan Rafael Leao terus mengancam dari sisi kiri.

Gonçalo Ramos Menjadi Pahlawan pada Menit 90+4

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Portugal akhirnya menemukan momen yang mereka tunggu.

Memasuki menit 90+4, Rafael Leao menerima bola di sisi kiri dan mengirim umpan silang sempurna ke dalam kotak penalti.

Gonçalo Ramos yang masuk sebagai pemain pengganti melompat di antara dua bek Kroasia sebelum melepaskan sundulan keras yang menghujam sudut atas gawang.

Stadion Toronto meledak.

Portugal berbalik unggul 2-1 dan semakin dekat dengan tiket babak berikutnya.

Menariknya, peluang yang dikonversi Ramos memiliki nilai expected goals (xG) hanya 0,07. Artinya, peluang tersebut sebenarnya sangat sulit, namun diselesaikan dengan kualitas teknik yang luar biasa.

VAR Menghancurkan Mimpi Kroasia di Menit 90+15

Jika gol Ramos sudah terasa dramatis, maka apa yang terjadi beberapa menit kemudian jauh lebih luar biasa.

Pada menit 90+13, Kroasia merasa berhasil menyamakan skor.

Umpan silang Ivan Perisic diteruskan oleh Igor Matanovic dan mengenai Mario Pasalic sebelum bola jatuh ke kaki Josko Gvardiol yang langsung menyarangkannya ke gawang Portugal.

Pemain, pelatih, dan pendukung Kroasia langsung merayakan gol tersebut.

Namun wasit menunda pengesahan gol dan meminta bantuan VAR.

Setelah pemeriksaan cukup panjang, tayangan ulang menunjukkan bahwa Pasalic berada dalam posisi offside saat Matanovic melakukan sentuhan tipis terhadap bola.

Gol Gvardiol akhirnya dianulir.

Keputusan tersebut membuat skor tetap 2-1 untuk Portugal dan sekaligus mengakhiri perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026.

Ketegangan bahkan sempat meningkat setelah sejumlah pendukung Kroasia melempar botol ke lapangan sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan tersebut.

Pertandingan yang Menandai Pergantian Generasi Portugal

Di balik kemenangan dramatis ini, tersimpan pesan yang lebih besar bagi sepak bola Portugal.

Cristiano Ronaldo tetap menjadi simbol dan pemimpin tim. Ia mencetak gol penting yang menjaga Portugal tetap hidup.

Namun kemenangan akhirnya ditentukan oleh generasi berikutnya.

Rafael Leao memberikan assist penentu, Renato Veiga berkontribusi dalam proses penalti, dan Gonçalo Ramos menjadi penentu kemenangan.

Laga melawan Kroasia seolah menunjukkan bagaimana Portugal mulai memasuki masa transisi yang ideal. Ronaldo masih berperan besar, tetapi tim ini tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada sang megabintang.

Kroasia Pulang dengan Kepala Tegak

Meski tersingkir, Kroasia sekali lagi menunjukkan karakter yang membuat mereka selalu berbahaya di turnamen besar.

Luka Modric, Mateo Kovacic, Ivan Perisic, dan kolega mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara.

Mereka bahkan hanya berjarak beberapa sentimeter dari gol penyeimbang yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

Namun seperti yang sering terjadi dalam sepak bola modern, detail kecil dan teknologi VAR menjadi pembeda antara kegembiraan dan kesedihan.

Portugal Siap Hadapi Spanyol

Dengan kemenangan 2-1 atas Kroasia, Portugal kini akan menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni duel sesama tim Iberia melawan Spanyol di babak 16 besar.

Jika pertandingan melawan Kroasia menjadi ujian mental, maka laga kontra Spanyol akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Portugal untuk kembali berbicara banyak di Piala Dunia.

Satu hal yang pasti, setelah drama luar biasa di Toronto, kepercayaan diri Selecao kini sedang berada di titik tertinggi. Ronaldo masih hidup dalam perburuan gelar dunia terakhirnya, sementara generasi baru Portugal mulai menunjukkan bahwa mereka siap melanjutkan warisan sang legenda.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN