Friday, July 3, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Portugal vs Kroasia 0-0 di Babak Pertama, Bruno Fernandes Menggila, Livakovic Jadi Tembok Vatreni

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 07.10 WIB
portugal_vs_kroasia_00_di_babak_pertama_bruno_fernandes_menggila_livakovic_jadi_tembok_vatreni

Kemelut di depan gawang dalampertandingan Portugal vs Kroasia dengan skor 0-0 di Babak Pertama. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Portugal gagal memanfaatkan dominasi permainan saat menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Hingga turun minum, laga yang berlangsung di Stadion Toronto, Kanada, Jumat (3/7/2026) pagi WIB itu masih berakhir tanpa gol.

Meski skor menunjukkan keseimbangan, jalannya pertandingan justru memperlihatkan Portugal sebagai tim yang lebih mengendalikan permainan. Pasukan Roberto Martinez tampil agresif sejak menit-menit awal, mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Kroasia.

Namun, kokohnya Dominik Livakovic di bawah mistar membuat seluruh upaya Selecao belum membuahkan hasil.

Portugal Langsung Menekan, Kroasia Mengancam Lebih Dulu

Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Kroasia hampir mengejutkan Portugal. Martin Baturina mengirim bola ke dalam kotak penalti yang langsung disambar Ante Budimir. Beruntung bagi Portugal, Diogo Costa sigap menepis peluang tersebut.

Ancaman itu menjadi sinyal awal sebelum Portugal mulai mengambil alih permainan.

Rafael Leao menjadi motor serangan dari sisi kiri. Kecepatannya beberapa kali merepotkan lini belakang Kroasia. Pada menit keempat, Leao mengawali serangan berbahaya yang berujung pada peluang emas Bruno Fernandes. Gelandang Manchester United itu melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Livakovic tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting.

Sejak saat itu, Portugal terus mengurung Kroasia di area pertahanannya sendiri.

Bruno Fernandes Jadi Jantung Serangan Portugal

Jika ada satu nama yang paling menonjol sepanjang babak pertama, maka Bruno Fernandes adalah jawabannya.

Gelandang berusia 31 tahun itu tampil sangat aktif menghubungkan lini tengah dan lini depan. Ia beberapa kali berhasil menemukan ruang di area berbahaya dan menjadi pemain Portugal yang paling sering mengancam gawang lawan.

Pada menit ke-30, umpan silang Joao Cancelo nyaris diselesaikan Fernandes dan Cristiano Ronaldo di depan gawang. Sayangnya, keduanya gagal melakukan sentuhan akhir yang dibutuhkan untuk mengubah skor.

Tiga menit kemudian, Fernandes kembali membuat publik Kroasia menahan napas. Berawal dari aksi Nuno Mendes yang menjaga bola tetap hidup di dekat garis lapangan, Fernandes menerima umpan tarik dan langsung melepaskan tembakan dari jarak dekat. Livakovic lagi-lagi menjadi penyelamat Kroasia dengan refleks cepatnya.

Tak berhenti di situ, peluang demi peluang terus lahir dari kaki pemain bernomor punggung delapan tersebut.

Livakovic Jadi Alasan Kroasia Masih Bertahan

Di tengah dominasi Portugal, satu nama yang paling banyak mendapat sorotan dari kubu Kroasia adalah Dominik Livakovic.

Kiper berpengalaman itu tampil tenang menghadapi gempuran bertubi-tubi. Selain menggagalkan peluang Bruno Fernandes, ia juga sukses menjaga ketenangan lini belakang saat Portugal berkali-kali mengirim bola ke dalam kotak penalti.

Data pertandingan menunjukkan Portugal menghasilkan peluang jauh lebih banyak dibanding Kroasia. Nilai expected goals (xG) Selecao bahkan mendekati angka satu sebelum turun minum, sementara Kroasia hanya mencatat peluang minimal.

Meski begitu, efektivitas bertahan Kroasia membuat Portugal frustrasi.

Ronaldo Masih Mencari Momen

Sorotan lain tentu tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Kapten Portugal itu kembali menjadi pusat perhatian setelah kritik yang datang sepanjang turnamen.

Ronaldo sempat memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas pada menit ke-12, tetapi sepakannya hanya menghantam pagar hidup Kroasia. Ia juga hampir menyambut umpan silang Cancelo menjelang pertengahan babak pertama, namun gagal menjangkau bola di depan gawang.

Meski belum mencetak gol, pergerakan Ronaldo tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai pertahanan Kroasia.

Kroasia Bertahan Disiplin, Pertandingan Masih Terbuka

Kroasia memang kalah dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, tetapi tim asuhan Zlatko Dalic menunjukkan disiplin tinggi saat bertahan.

Luka Modric dan Mateo Kovacic bekerja keras menjaga keseimbangan lini tengah, sementara Josip Sutalo dan Marin Pongracic tampil solid mengawal area pertahanan.

Hingga peluit babak pertama dibunyikan, Portugal terus berusaha mencari celah, termasuk melalui peluang Rafael Leao pada masa injury time yang masih melambung di atas mistar gawang.

Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda.

Secara permainan, Portugal pantas dianggap lebih unggul. Namun, sepak bola tidak hanya soal dominasi. Kroasia kembali menunjukkan mengapa mereka selalu berbahaya di turnamen besar. Dengan skor masih imbang, babak kedua dipastikan akan berlangsung jauh lebih menegangkan.

Satu gol saja bisa menjadi pembeda dalam duel yang sejauh ini berjalan sangat ketat di Toronto.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN