Friday, July 3, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Spanyol vs Austria 3-0: Brace Oyarzabal Antar La Roja ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 04.22 WIB
spanyol_vs_austria_30_brace_oyarzabal_antar_la_roja_ke_16_besar_piala_dunia_2026

Oyarzabal yang mencetak brace dan mengantar La Roja ke 16 Besar Piala Dunia 2026. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Spanyol akhirnya menunjukkan wajah asli sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026. Tampil dominan sepanjang laga, La Roja membungkam Austria dengan skor telak 3-0 pada babak 32 besar di Stadion Los Angeles, Inglewood, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB.

Mikel Oyarzabal menjadi tokoh utama kemenangan tim asuhan Luis de la Fuente lewat dua gol yang dicetaknya. Satu gol lainnya disumbangkan Pedro Porro untuk memastikan langkah Spanyol ke babak 16 besar.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket menuju fase berikutnya. Di tengah keraguan setelah penampilan yang belum sepenuhnya meyakinkan pada fase grup, Spanyol justru mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya bahwa mereka siap berburu gelar juara dunia.

Dominasi Total La Roja Sejak Menit Pertama

Spanyol langsung menginjak pedal gas sejak kick-off. Baru semenit pertandingan berjalan, Lamine Yamal sudah memaksa kiper Austria Alexander Schlager melakukan penyelamatan penting.

Permainan cepat dan penguasaan bola khas Spanyol membuat Austria lebih banyak bertahan. Rodri dan Pedri mengendalikan lini tengah, sementara Yamal serta Alex Baena terus mengeksploitasi sisi lapangan.

Austria yang datang dengan pendekatan pragmatis sempat mampu meredam tekanan. Tim asuhan Ralf Rangnick bertahan rapat dan berusaha memutus aliran bola Spanyol sebelum memasuki area berbahaya.

Upaya itu bahkan sempat membuat Spanyol frustrasi. Pada menit ke-29, Marc Cucurella sebenarnya berhasil menjebol gawang Austria. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Pau Cubarsi dianggap melakukan pelanggaran terhadap Schlager dalam proses terjadinya gol.

Meski begitu, dominasi Spanyol tak surut.

Oyarzabal Pecah Kebuntuan

Setelah terus menggempur pertahanan lawan, Spanyol akhirnya menemukan celah pada menit ke-36.

Serangan berawal dari aksi Pedri yang membawa bola dari tengah lapangan. Gelandang Barcelona itu kemudian mengalirkannya kepada Cucurella di sisi kiri. Dengan tenang, sang bek mengirim umpan silang matang ke depan gawang yang disambut sempurna oleh Mikel Oyarzabal.

Bola bersarang di gawang Austria dan Stadion Los Angeles pun bergemuruh.

Gol tersebut kembali menegaskan pentingnya Oyarzabal dalam skuad Spanyol saat ini. Penyerang Real Sociedad itu kini telah mencetak 17 gol dalam 16 pertandingan terakhir bersama tim nasional.

Spanyol nyaris menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Tendangan bebas Alex Baena membentur tiang gawang, sementara peluang emas Yamal dari jarak dekat mampu digagalkan Schlager dengan penyelamatan luar biasa.

Austria beruntung hanya tertinggal satu gol pada akhir babak pertama.

Peluang Austria Terbuang, Porro Menghukum

Memasuki babak kedua, Rangnick mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain. Masuknya Florian Grillitsch, Carney Chukwuemeka, hingga Sasa Kalajdzic memberi energi baru bagi Austria.

Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-61. Kalajdzic yang baru masuk lapangan berhasil menyambut umpan silang Marcel Sabitzer tanpa kawalan berarti.

Namun sundulannya justru melayang di atas mistar gawang.

Kesempatan emas itu menjadi momen yang kemudian disesali Austria.

Lima menit berselang, Spanyol menghukum kegagalan tersebut. Alex Baena mengirim umpan akurat ke dalam kotak penalti dan Pedro Porro menyambutnya dengan sundulan tajam yang tak mampu dijangkau Schlager.

Gol pertama Porro untuk tim nasional membuat Spanyol menjauh dengan keunggulan 2-0.

Sejak saat itu pertandingan praktis berada dalam kendali penuh La Roja.

Yamal Belum Mencetak Gol, Tapi Tetap Bersinar

Meski gagal mencatatkan nama di papan skor, penampilan Lamine Yamal kembali menjadi sorotan.

Pemain muda Barcelona itu terus merepotkan pertahanan Austria dengan kecepatan dan kemampuan dribelnya. Hampir setiap serangan berbahaya Spanyol lahir dari kaki pemain berusia 18 tahun tersebut.

Pada menit ke-85, Yamal hampir ikut mencetak gol ketika mendapatkan bola di dalam kotak penalti. Namun David Alaba melakukan penyelamatan heroik tepat di garis gawang untuk menggagalkan peluang tersebut.

Statistik menunjukkan betapa besar pengaruh Yamal dalam pertandingan ini. Ia menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak di area pertahanan lawan dan paling sering menciptakan ancaman bagi Austria.

Brace Oyarzabal Menutup Malam Sempurna

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Spanyol kembali memperlihatkan ketajamannya.

Pada menit ke-89, Marc Cucurella mengirim assist keduanya dalam laga ini. Oyarzabal yang berada di posisi ideal langsung menyambar bola dan mengubah skor menjadi 3-0.

Gol tersebut sekaligus melengkapi brace sang penyerang dan menutup malam yang nyaris sempurna bagi Spanyol.

Austria tak mampu memberikan respons hingga peluit panjang berbunyi. Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan.

Spanyol Mulai Menunjukkan Aura Calon Juara

Selain keberhasilan mencetak tiga gol, Spanyol juga kembali menjaga gawangnya tetap steril. Catatan clean sheet itu menjadi yang keempat secara beruntun di Piala Dunia 2026.

Lini belakang tampil solid, lini tengah mendominasi, sementara lini depan menunjukkan efektivitas yang selama ini sempat dipertanyakan.

Yang lebih penting, kemenangan atas Austria memperlihatkan keseimbangan yang mulai terbentuk dalam skuad Luis de la Fuente. Spanyol tidak lagi hanya bergantung pada penguasaan bola, tetapi juga mampu tampil tajam dan klinis di depan gawang.

Kini La Roja menunggu pemenang duel Portugal kontra Kroasia pada babak 16 besar.

Dengan performa seperti yang ditunjukkan di Los Angeles, Spanyol jelas layak dianggap sebagai salah satu favorit kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN