Friday, July 3, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Pertanyakan Penyebab Kekosongan BBM di SPBU Dairi, Pertamina Sumbagut Luruskan Informasi

Mistar.idJumat, 3 Juli 2026 pukul 15.31 WIB
warga_pertanyakan_penyebab_kekosongan_bbm_di_spbu_dairi_pertamina_sumbagut_luruskan_informasi_

SPBU 14.222.282 Huta Imbaru tidak beroperasi. (foto: manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID – Kelangkaan dan kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Dairi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat. Warga mempertanyakan penyebab antrean panjang, serta kepastian distribusi dan kuota BBM di daerah tersebut.

Keluhan itu disampaikan sejumlah pengendara yang mengantre di SPBU Batang Beruh dan SPBU Jalan Pakpak, Sidikalang, Jumat (3/7/2026). Mereka meminta pemerintah daerah dan PT Pertamina memberikan penjelasan terkait kondisi yang terus berulang.

Menanggapi hal ini, Kabag Perekonomian Pemkab Dairi, Lipinus Sembiring, menyarankan agar persoalan distribusi dan kuota BBM dikonfirmasi langsung kepada PT Pertamina sebagai pihak yang berwenang.

Dikonfirmasi terpisah, Sales Branch Manager (SBM) Rayon V Medan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Reynaldi Christoper, menegaskan distribusi dan penyaluran BBM di Kabupaten Dairi hingga saat ini berjalan normal. "Tidak terdapat kendala dari sisi pasokan maupun alokasi BBM ke wilayah Kabupaten Dairi," ujarnya melalui WhatsApp.

Reynaldi juga meluruskan informasi yang menyebut dua SPBU di Dairi tidak beroperasi. Menurutnya, hanya SPBU 14.222.282 yang saat ini berhenti beroperasi sementara, karena kendala internal manajemen.

"Saat ini sedang dilakukan proses penyiapan pengelola operasional di lapangan agar SPBU dapat kembali beroperasi," katanya.

Sementara itu, SPBU 14.222.243 tetap melayani penjualan BBM non-subsidi. Namun, penyaluran BBM bersubsidi untuk sementara belum dapat dilakukan akibat gangguan pada perangkat digitalisasi berupa kerusakan router.

"SPBU telah melakukan pengadaan router cadangan secara mandiri. Hari ini Pertamina juga memberikan pendampingan instalasi agar layanan BBM subsidi dapat segera kembali normal," ucap Reynaldi.

Ia menegaskan kondisi dua SPBU tersebut tidak memengaruhi pasokan maupun kuota BBM untuk Kabupaten Dairi. Menurut Reynaldi, setiap transaksi BBM subsidi wajib tercatat dalam sistem digitalisasi sebagai bagian dari pengawasan agar penyaluran tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.

Apabila terjadi gangguan sistem, penyaluran BBM subsidi tetap dapat dilakukan secara manual sesuai ketentuan, disertai berita acara kerusakan dan pencatatan transaksi secara rinci hingga sistem kembali normal.

Menanggapi pertanyaan mengenai kuota BBM milik SPBU 14.222.282 yang sementara tidak beroperasi, Reynaldi menjelaskan kuota tersebut belum dapat dialihkan ke SPBU lain.

"Untuk saat ini kuotanya tetap mengacu pada SPBU yang ada. Pengalihan kuota tidak bisa dilakukan begitu saja karena baru dapat dievaluasi pada triwulan berikutnya. Kuota merupakan hal yang sensitif dan tidak bisa dipindahkan secara sembarangan," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN