Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

50 Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 09.07 WIB
50_bus_po_sinar_jaya_terbakar_di_cikarang_barat

50 Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat. (foto:antara/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/8/2026) — Pangkalan bus milik PO Sinar Jaya di Jalan Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terbakar pada Selasa (18/8/2026) dini hari.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 50 bus yang sudah tidak beroperasi atau dinyatakan tidak layak jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk menjinakkan api yang membakar area penyimpanan bus seluas sekitar 800 meter persegi.

Api Diketahui Sekuriti Saat Patroli

Komandan Regu (Danru) Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekuriti yang sedang melakukan patroli.

Saat ditemukan, api sudah membesar di bagian tengah area parkir bus.

“Informasi pertama dari sekuriti, kita berangkat. Kalau kita ngobrol sama sekuriti itu ketika dia kontrol atau patroli, api memang sudah besar di posisi di tengah itu. Tengah parkir bus,” kata Bohir saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, sumber awal api belum diketahui. Sekuriti menyebut api tiba-tiba membesar hingga merambat dan membakar bus-bus yang terparkir di lokasi.

Bus yang terbakar merupakan kendaraan yang sudah tidak beroperasi dan tidak layak digunakan.

Puluhan Bus Terparkir Rapat

Banyaknya bus yang berada di lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Sekitar 50 bus terparkir dengan jarak yang sangat berdekatan.

“Jarak parkirnya rapat, ada yang setengah meter, bahkan enggak sampai setengah meter,” ujar Bohir.

Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Petugas juga harus mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas ke area permukiman yang berada di sekitar lokasi.

Besarnya kobaran api bahkan membuat langit malam di sekitar lokasi tampak memerah. Asap tebal juga membubung tinggi dari area pangkalan bus.

Pemadaman Terkendala Pasokan Air

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.30-01.45 WIB. Disdamkarmat Kabupaten Bekasi kemudian mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam dan puluhan personel ke lokasi.

Bohir mengatakan, proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 07.15 WIB atau selama kurang lebih empat sampai lima jam.

Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah sumber air yang cukup jauh dari lokasi. Petugas harus mengambil pasokan air dari Kalimalang untuk menjaga kebutuhan selama proses pemadaman.

“Kendalanya sumber air jauh. Itu mengambil dari Kalimalang, lumayan jaraknya,” kata Bohir.

Selain persoalan pasokan air, petugas juga menghadapi kepadatan lalu lintas menjelang pagi, terutama di jalan yang mengarah ke kawasan industri MM2100.

Untuk mengantisipasi dampak panas api terhadap permukiman di sekitar lokasi, proses pemadaman dilakukan dari dua arah, yakni dari dalam area penyimpanan bus dan sisi yang berbatasan dengan permukiman.

Api Padam, Petugas Lakukan Pendinginan

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Meski demikian, puluhan bus yang berada di lokasi tidak berhasil diselamatkan. Kendaraan-kendaraan tersebut diketahui memang sudah tidak beroperasi.

Bohir memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Area penyimpanan bus dalam kondisi kosong dan hanya terdapat petugas keamanan yang berjaga.

“Enggak ada korban jiwa, karena itu kan dikosongkan. Paling ada sekuriti aja yang jaga,” katanya.

Penyebab dan Kerugian Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Selain itu, total kerugian material juga belum dapat dipastikan. Pendataan masih dilakukan oleh pihak terkait untuk menghitung dampak kerusakan akibat kebakaran.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, menyatakan tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Nilai kerugian dan penyebab kebakaran masih menunggu hasil pendataan serta penyelidikan lebih lanjut.

(berbagaisumber/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN