Jelang Pemakaman Khamenei, Iran Peringatkan AS dan Israel

Ayatollah Ali Khamenei. (foto: reuters/mistar)
Teheran, MISTAR.ID - Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melakukan tindakan militer selama rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan setiap bentuk ancaman atau agresi akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata Iran.
Seperti dilaporkan CNN, Kamis (2/7/2026), Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayjen Ali Abdollahi, meminta pihak yang dianggap sebagai musuh Iran untuk tidak mengambil langkah yang dapat memicu eskalasi baru.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran agar tidak melakukan salah perhitungan. Setiap ancaman atau agresi akan dibalas dengan respons keras dari angkatan bersenjata Iran," kata Abdollahi.
Iran telah menjadwalkan prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung pada 4-9 Juli 2026. Upacara tersebut akan digelar di sejumlah kota di Iran, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad, serta berlanjut ke Najaf dan Karbala di Irak.
Rangkaian pemakaman itu dilaksanakan beberapa bulan setelah Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara pada hari pertama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 Februari 2026.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga kembali menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian mantan pemimpin tertinggi tersebut akan menerima pembalasan pada waktu yang dianggap tepat.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menyatakan kematian Khamenei tidak akan mengubah sikap Iran dalam mempertahankan keamanan nasional.
"Berkas pembalasan atas darah suci Khamenei dan para martir Iran masih tetap terbuka," ujar Zolqadr dalam pernyataannya yang dikutip media pemerintah Iran, Press TV.
Ia menegaskan, pihak yang merencanakan maupun melaksanakan serangan terhadap Khamenei akan menghadapi hukuman yang setimpal. "Para pelaku dan pihak yang memerintahkan kejahatan ini akan menerima balasan pada waktu yang tepat, dan itu tidak akan berlangsung lama," ucapnya.
























