Bupati Batu Bara: Kemandirian Fiskal Jadi Kunci Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian (depan mengenakan peci) mengikuti Forum Dialog Otonomi Daerah bersama ratusan kepala daerah di Hall Institut Kesehatan Medistra (IKM Hall), Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. (foto : Diskominfo Batu Bara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID – Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menegaskan bahwa kemandirian fiskal merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang optimal dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Forum Dialog Otonomi Daerah bersama ratusan kepala daerah di Hall Institut Kesehatan Medistra (IKM Hall), Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (2/7/2026).
Mengutip keterangan yang disampaikan melalui Diskominfo Kabupaten Batu Bara, Baharuddin mengatakan forum tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penguatan kapasitas fiskal pemerintah daerah.
"Forum yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, membahas dua sesi. Sesi pertama mengenai upaya mendorong kemandirian fiskal melalui optimalisasi sumber pendapatan daerah. Sesi kedua membahas pengembangan potensi kepelabuhanan sebagai sumber pendapatan daerah, serta peran sektor perbankan dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ekonomi daerah," ujar Baharuddin.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ajang bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai strategi meningkatkan PAD, memperkuat kemandirian fiskal, serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Baharuddin menilai kolaborasi antardaerah sangat penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama dalam menggali potensi pendapatan yang dapat meningkatkan kemampuan fiskal daerah.
"Keikutsertaan kita dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Batu Bara untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan, meningkatkan kemandirian fiskal, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang baik," tutupnya.























