AS dan Iran Diklaim Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz

Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (4/5/2026). (Foto: Reuters/Stringer)
Washington DC, MISTAR.ID
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas komitmen Teheran memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.
Laporan tersebut disampaikan media AS, The New York Times, Minggu (24/5/2026), dengan mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Menurut pejabat tersebut, kesepakatan itu belum ditandatangani dan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Proses persetujuan disebut dapat memakan waktu beberapa hari.
Pejabat AS itu menyebut metode pemusnahan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran masih dalam tahap negosiasi. Selain itu, kesepakatan yang diusulkan belum mencakup persoalan pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium.
Menurut laporan tersebut, isu-isu tersebut akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya.
Media AS lainnya, Fox News, melaporkan seorang pejabat Washington menyatakan AS dapat mempertimbangkan pelonggaran sanksi secara signifikan apabila Iran bersedia memberikan konsesi terkait persediaan uranium yang diperkaya tinggi.
“Rencana kami adalah menangani seluruh pasokan material yang diperkaya milik mereka,” kata pejabat tersebut seperti dikutip Fox News.
Pejabat itu juga menyebut AS melihat adanya “akomodasi yang serius” dari Iran yang belum pernah terlihat dalam negosiasi sebelumnya.
Sementara itu, pejabat AS yang dikutip NYT menolak gagasan mekanisme tarif tol di Selat Hormuz. Ia menegaskan skema tersebut tidak dapat diterima dan belum pernah diusulkan oleh kedua pihak.
Secara terpisah, laporan CBS News menyebut pemerintah AS menilai kesepakatan yang tengah dibahas lebih kuat dibanding kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 pada era Presiden AS saat itu, Barack Obama.
Dalam kesepakatan terbaru itu, AS disebut akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Selain itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) bersama negara-negara mitra Teluk akan berkoordinasi untuk memastikan jalur aman di Selat Hormuz.
Pejabat AS tersebut juga mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner, turut terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait laporan tersebut. Pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan resmi. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Penembakan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas Ditembak





















