Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Maudy Ayunda Kembali Minta Maaf soal Konten Mindfulness yang Tuai Kritik

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 08.22 WIB
maudy_ayunda_kembali_minta_maaf_soal_konten_mindfulness_yang_tuai_kritik

Maudy Ayunda. (Foto: Instagram @maudyayunda)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Artis Maudy Ayunda kembali menyampaikan permintaan maaf terkait konten tips mindfulness yang sebelumnya menuai kritik dari sejumlah pihak.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Maudy melalui unggahan di media sosial setelah sebelumnya ia juga menyampaikan permintaan maaf melalui kolom komentar pada video YouTube yang menjadi sorotan.

Konten tersebut membahas cara menghadapi kabar buruk yang datang silih berganti. Dalam video itu, Maudy membagikan pengalamannya menghadapi banyaknya berita buruk, baik dari luar negeri maupun kondisi di Indonesia.

“Aku, tuh, berasa kayak, ya, sudah beberapa bulan ini. Malah mungkin sudah setahun terakhir ini, ya, kita tuh kayak dibombardir dengan banyaknya bad news, internationally tapi juga mungkin specifically locally where we’re at di Indonesia,” kata Maudy dalam video tersebut.

Ia kemudian membahas pentingnya tetap peduli terhadap berbagai peristiwa yang terjadi, sekaligus menjaga kondisi diri. Maudy juga membagikan sejumlah cara yang dilakukannya, seperti memilih sumber informasi yang dipercaya dan mengatur waktu untuk mengakses berita.

Namun, konten tersebut mendapat kritik karena dinilai tidak peka terhadap situasi dan pengalaman yang sedang dihadapi sebagian masyarakat.

Menanggapi kritik tersebut, Maudy sebelumnya telah meminta maaf melalui kolom komentar video. Ia menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat berdasarkan refleksi pribadi mengenai bagaimana tetap mengikuti berbagai peristiwa tanpa kehilangan kemampuan untuk hadir dan terlibat secara bermakna.

“Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya,” tulis Maudy.

Ia menegaskan bahwa mindfulness yang dibicarakannya bukan dimaksudkan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap kondisi yang terjadi.

“Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja,” tulisnya.

Maudy kemudian kembali menyampaikan permintaan maaf setelah meluangkan waktu untuk mendengar dan merefleksikan berbagai respons terhadap konten tersebut.

“Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf,” tulisnya.

Ia mengakui masih ada pandangan dan konteks yang belum dipertimbangkan ketika membuat konten tersebut sehingga dinilai jauh dari realitas dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang.

“Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri,” lanjut Maudy.

Maudy juga menyadari bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang dimilikinya membawa tanggung jawab.

“Aku juga sadar bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang aku miliki membawa tanggung jawab. Dan ada saat-saat ketika aku bisa lebih hadir atau bersuara,” tulisnya.

Maudy mengatakan akan terus belajar dan lebih bijak menggunakan ruang serta kapasitas yang dimilikinya.

“Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya,” tutupnya. (hm25/kompas.com)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN