Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pencarian ABK Kapal Hilang di Perairan Sergai Dihentikan, SAR Temukan Hasil Nihil

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 20.16 WIB
pencarian_abk_kapal_hilang_di_perairan_sergai_dihentikan_sar_temukan_hasil_nihil

Tim SAR gabungan melakukan rvaluasi pencarian nelayan hilang di laut. (Foto : Polairud Batu Bara/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID – Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian terhadap Wanda (30), warga Kelurahan Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang di perairan Serdang Bedagai.

Penghentian operasi pencarian tersebut disampaikan Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P Kaban, Selasa (28/7/2026).

Ia mengatakan, keputusan penghentian operasi ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi bersama antara tim SAR gabungan, keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

"Operasi telah kita hentikan hari ini pada pukul 17.20 WIB dengan hasil nihil. Selama operasi berlangsung, tim gabungan telah melakukan penyisiran menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan di sekitar lokasi korban diduga terjatuh ke laut hingga 10 mil dari Pulau Berhala," terangnya.

Menurut Hendrico, selama lima hari pencarian di lapangan, tim juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya untuk memperluas jangkauan pencarian.

Bahkan, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi telah diminta membantu melakukan pemantauan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.

"Penghentian ini juga berdasarkan prosedur operasi SAR dan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh potensi SAR. Selanjutnya pencarian diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan," ujarnya.

Meski pencarian telah dihentikan, Polairud Pos Pagurawan tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka.

Koordinasi dengan nelayan dan kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi juga akan terus dilanjutkan.

Ia mengimbau apabila nelayan atau kapal yang melintas menemukan jasad di laut agar segera memberikan tanda berupa pelampung. Selanjutnya, masyarakat diminta melaporkan kepada petugas untuk dilakukan evakuasi dan identifikasi.

Diberitakan sebelumnya, Wanda dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal pukat jaring pari di perairan Serdang Bedagai, Selat Malaka.

Meski Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran maksimal, bahkan bermalam di Pulau Berhala, korban Wanda belum berhasil ditemukan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN