Mahasiswa Farmasi di Medan Nyambi Jadi Bandar Narkoba Pod Getar

Seorang mahasiswa jurusan Farmasi yang ditangkap polisi karena menjadi bandar narkoba (foto: Dokumen Polrestabes Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (25/7/2025)-Tim 10 Unit III Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, berhasil mengungkap transaksi jual-beli narkoba di lingkungan pendidikan.
Kali ini, seorang mahasiswa di salah satu universitas ternama yang ada di Kota Medan berinisial MZ (21), ditangkap karena terbukti sebagai bandar sekaligus pengedar narkoba jenis baru “Vape Getar atau Pod Getar”.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, MZ yang seharusnya fokus untuk menuntut ilmu di bangku perkuliahan. Namun pria 21 tahun malam terjerumus ke dalam dunia gelap yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain.
Rafli menyebut, MZ ditangkap pihaknya dari sebuah rumah kos yang terletak di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan pada Senin 20 Juli 2026 kemarin malam.
Saat penangkapan berlangsung, tak tanggung-tanggung sebanyak 488 buah pod getar bermerek squid game disita dari dalam rumah kos pelaku.
Kata Rafli, penangkapan dari MZ merupakan pengembangan kasus yang pernah diungkap sebelumnya. Dimana, setelah diselidiki mahasiswa asal Provinsi Aceh itu masuk dalam kategori jaringan narkoba kelas atas.
“Kami mengembangkan kasus pod getar yang sebelumnya kami ungkap di sebuah rumah yang berada di pusat kota Medan. Ada 488 buah pod getar yang kami sita dari pelaku yang masuk dalam sindikat narkoba antar provinsi. Kami pastikan pelaku merupakan bandar,” ujar AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Sabtu (25/7/2026).
Dari hasil interogasi polisi, tersangka MZ (21) mengaku telah menjalankan bisnis haramnya itu dalam kurun waktu 2 bulan terakhir.
Dalam waktu sesingkat itu, pelaku telah melakukan transaksi sebanyak 8 kali yang rata-rata konsumennya berasal dari kalangan mahasiswa itu sendiri.
Hasil pemeriksaan, pelaku baru 2 bulan belakangan menjalankan bisnis haram ini. Namun, dari waktu yang singkat tersebut, pelaku sudah melakukan 8 kali transaksi. Beberapa konsumennya juga berasal dari kalangan mahasiswa.
“Saat ini kami sedang mengejar teman pelaku yang juga memiliki peran yang sama dengan pelaku, yang keberadaannya kami deteksi berada di Aceh. Namun, untuk asal muasal narkoba, kami duga dipasok dari Malaysia,” terangnya.
Perwira menengah polri itu menegaskan, kasus ini belum ditutup sepenuhnya dan masih dalam proses penyidikan pihaknya.
Rafli juga mengatakan jika kasus ini akan terus didalami pihaknya untuk mengungkap jaringan pelaku yang lain, termasuk pelaku yang berada di layer atas oknum mahasiswa ini. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























