Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Hendak Jemput Pesanan, Pengemudi Ojol Dibegal dan Dipukuli di Tembung

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 13.25 WIB
hendak_jemput_pesanan_pengemudi_ojol_dibegal_dan_dipukuli_di_tembung

Bagus Prayoga mendatangi Polsek Medan Tembung untuk membuat laporan kasus begal yang dialaminya. (Foto: Dok. Bagus/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID – Seorang pengemudi ojek online (ojol), Bagus Prayoga mengaku menjadi korban begal di Gang Melati, Jalan Perintis, Pasar VII, Tembung, Deli Serdang, Minggu (26/7/2026).

Selain kehilangan sepeda motor Vario BK 3795 AHV, handphone milik Bagus juga dilarikan pelaku. Kemudian, korban dipukuli hingga mengalami luka.

Kepada Mistar, pria yang tinggal di Pasar VI Tembung itu mengatakan pembegalan terjadi saat ia hendak menjemput pesanan. Setibanya di lokasi, ia menemukan gang yang buntu. Tak berapa lama, dua pria menghampirinya dan menanyakan mau kemana.

"Dua orang itu bertanya saya mau kemana. Ku bilang mau jemput orderan. Terus, tiba-tiba datang sekitar sepuluh orang lagi. Aku dikepung, langsung ku cabut kunci kereta," ucapnya, Selasa (28/7/2026).

Bagus langsung dipukuli. Ia sempat meminta tolong ke warga sekitar, namun tak ada satu pun yang menolong.

"Rame warga di situ karena ada warung di situ. Tapi, mereka malah pergi semua masuk ke rumah. Kereta saya didorong pelaku dalam kondisi mati karena kunci sama saya. Mereka ke arah rel yang gelap-gelap," tuturnya.

Setelah kejadian, Bagus langsung ke Polsek Medan Tembung membuat laporan dan berharap polisi langsung mengejar pelaku. Sebab, menurut Bagus sepeda motornya belum jauh dibawa oleh pelaku.

"Aku yakin sepeda motornya belum jauh dibawa kabur pelaku. Masih di sekitar daerah situ. Aku berharap polisi langsung ke lokasi. Tapi, ternyata dibuat ribet karena harus melengkapi surat-surat seperti BPKB," ucapnya.

Keesokan harinya, Bayu kembali mendatangi lokasi kejadian bersama seorang teman. Ia meminta rekaman CCTV rumah warga agar mengetahui wajah para pelaku.

Namun, warga enggan memberikannya karena takut rumahnya bakal dilempari pelaku.

"Alasannya CCTV mati. Takut rumahnya dilempari, macam lah alasannya," ucapnya.

Bagus juga mengatakan kalau polisi pun takut masuk ke lokasi kejadian.

"Polisinya sendiri yang bilang takut masuk ke dalam. Takut dilempari batu karena lokasi itu kabarnya memang sarang narkoba. Makanya aku pesimis juga buat laporan ini sebenarnya. Karena BPKB-nya saya jaminkan ke pihak leasing. Di awal meminjam, perusahaan leasing bilang kalau kereta hilang tidak ada asuransi. Jadi, aku harus tetap bayar angsuran sampai lunas," lanjutnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN