Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Angin Kencang Terjang Ponpes Al-Abrary Medan, 15 Santriwati Terpaksa Diungsikan

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 19.56 WIB
angin_kencang_terjang_ponpes_alabrary_medan_15_santriwati_terpaksa_diungsikan_

Kondisi Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary terdampak angin kencang. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Cuaca buruk yang sempat melanda Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, membuat Pondok Pesantren (ponpes) di Jalan Suka Eka rusak parah. Atap seng ponpes tersebut terangkat angin dan santriwati terpaksa diungsikan.

Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary yang berada di Jalan Suka Eka No. 15, Kecamatan Medan Johor menjadi satu dari ratusan bangunan yang terdampak angin kencang di daerah itu. Pimpinan Ponpes, Mukti Abrar menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

"Kejadiannya tadi malam, waktu santriwati kita lagi beraktivitas hujan dan angin kuat. Memang di kawasan Jalan STM itu banyak yang kena, tempat tahfiz kita salah satu yang paling parah," ujarnya, Rabu (19/8/2026) sore.

Mukti mengatakan terdapat 15 santriwati yang menimba ilmu di ponpes sederhana tersebut. Usai hujan reda, ia langsung memindahkan satriwati ke daerah Pinang Baris.

"Di sini santriwati semua (wanita) makanya saya juga gak di situ, terus saya pesankan angkot biar anak-anak kita diungsikan di Pinang Baris, di sana ada juga lokasi kita, di situlah sementara mereka belajar," ucapnya.

Kini lokasi ponpes yang dipimpinnya sementara waktu tidak dapat digunakan, karena atap seng yang sudah hilang terbawa kuatnya angin. "Bisa dibilang hampir 70 persen rusak, atap sengnya copot hampir semua, jadi tidak bisa digunakan belajar," kata Mukti.

Ia mengaku saat ini sedang mencari pinjaman untuk memperbaiki tempat belajar para santri tersebut. "Makanya sekarang secara pribadi saya cari pinjaman, utang untuk bisa perbaiki pondok pesantren kami. Ya setidaknya biar cepat bisa dipakai kembali," ucapnya.

Menurutnya, cepat atau lambat bangunan ponpesnya harus segera diperbaiki. Karena para santriwati sedang tahap menghafal Al-Quran yang sudah terprogram.

"Karena rata-rata anak-anak kita ini gratis uang sekolahnya, mereka ada orang tua asuhnya yang membiayai, rata-rata begitu, sedikit yang memang dibiayai orang tua aslinya," tutur Mukti.

Ia berharap bangunan ponpesnya segera diperbaiki. Ia juga terbuka jika ada pihak yang ingin membantu untuk memperbaiki Ponpes Al-Abrary. "Kalau bantuan (dari pemerintah) sementara belum, tapi kalau memang ada yang hendak bantu, kami terbuka, yang penting anak-anak kami tidak terganggu belajarnya," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN