Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

The Lanang: Energi Baru Band Remaja Penyandang ADHD dan ASD

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 14.26 WIB
the_lanang_energi_baru_band_remaja_penyandang_adhd_dan_asd

The Lanang Band. (foto: The Lanang Band/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Industri musik Indonesia kembali menghadirkan talenta menginspirasi. Kali ini datang dari The Lanang Band lewat lagu terbaru mereka berjudul Aku Istimewa.

The Lanang Band resmi terbentuk pada 1 Oktober 2025. Nama 'Lanang' diambil dari bahasa Jawa yang berarti laki-laki. Grup ini terdiri dari empat remaja berbakat yang merupakan penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Band ini mengusung genre pop rock dengan karya yang digarap oleh musisi Yayang Ariswan. Para personelnya adalah Fadil (sindrom Asperger) yang berperan sebagai gitaris, drummer, sekaligus vokalis. Rafif (ADHD) mengisi posisi keyboard dan vokal. Rifa (sindrom Asperger) tampil sebagai drummer, pianis, dan vokalis. Sementara itu, Vio (ADHD) menjadi bassist serta vokal latar.

The Lanang Band diprakarsai oleh Mira Kohler, yang memiliki visi untuk menyediakan wadah bagi individu berkebutuhan khusus agar dapat menyalurkan bakat mereka di bidang musik.

Lagu Aku Istimewa bercerita tentang perjuangan seorang anak dalam menemukan jati diri dan membuktikan kemampuannya sebagai bentuk cinta kepada sang ibu. Lagu ini juga menggambarkan besarnya kasih sayang ibu yang menjadi cahaya dalam kehidupan anak.

“Lagu ini terinspirasi dari cinta seorang anak kepada ibunya, serta tekad untuk membahagiakan sosok yang selalu ada dalam hidupnya. Di tengah banyaknya lagu bertema percintaan, karya ini hadir sebagai pengingat akan cinta yang abadi, yaitu cinta ibu,” ujar Yayang Ariswan.

Mira Kohler menambahkan awalnya para anggota memiliki latar musik dari berbagai genre. Namun mereka dipersatukan dalam konsep yang sama, termasuk kolaborasi dengan Vio Next Journey Band yang juga beranggotakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam proses pembentukan band, mereka didampingi oleh Alif sebagai pembimbing. Ia mengungkapkan pendekatan yang digunakan cukup unik.

“Kami harus memahami dunia mereka terlebih dahulu. Tidak terlalu sulit selama kita bisa membangun kedekatan. Musik sendiri terbukti menjadi media terapi yang efektif bagi mereka,” kata Alif.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN