Perseteruan Taylor Swift dan Tim Donald Trump Memanas

Taylor Swift. (Foto: Reuters)
Washington DC, MISTAR.ID – Perselisihan antara tim media sosial Gedung Putih dan Taylor Swift kembali memanas setelah audio lagu milik Taylor dihapus dari sebuah unggahan TikTok.
Lagu tersebut sebelumnya digunakan dalam konten bernuansa politik yang diunggah akun resmi Gedung Putih.
Kontroversi bermula ketika tim media sosial Presiden Donald Trump membagikan video yang memperlihatkan Trump dan Melania Trump menikmati pesta kembang api. Unggahan itu menggunakan lagu "august" dari album Folklore milik Taylor Swift sebagai musik latar.
Dalam keterangannya, tim Gedung Putih juga menyisipkan kalimat bernada sindiran yang secara langsung menyebut Swift.
"Saya yakin @Taylor Swift akan sangat bersemangat karena kami menggunakan lagunya!" tulis tim Trump, Senin (10/8/2026).
Namun, penggunaan lagu tersebut tidak bertahan lama. Pada malam berikutnya, audio "august" beserta pesan yang menyertainya sudah tidak terdengar dalam unggahan TikTok tersebut. Penghapusan itu kemudian memancing reaksi dari para penggemar Swift.
Sejumlah penggemar memuji tindakan penghapusan audio tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk keberhasilan Swift mencegah penggunaan karyanya untuk kepentingan politik.
Tim Trump kemudian kembali membuat unggahan baru sebagai respons. Kali ini, mereka memilih lagu Swift berjudul "Red" dan menyertakan narasi yang menyebut album tersebut ditulis sang penyanyi dengan merujuk pada warna identitas Partai Republik.
Hubungan Trump dan Swift memang beberapa kali mengalami ketegangan. Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Swift, terutama setelah penyanyi tersebut memberikan dukungan politik kepada Kamala Harris.
Meski demikian, Trump pernah menunjukkan sikap yang lebih positif ketika ditanya mengenai rencana pernikahan Swift dengan pemain NFL Travis Kelce.
"Saya mendoakan banyak keberuntungan bagi mereka. Dia (Kelce) adalah pemain hebat dan pria yang baik, dan menurut saya dia (Swift) adalah orang yang luar biasa, jadi saya mendoakan mereka sukses," kata Trump saat itu.[]
PREVIOUS ARTICLE
Asmara Gen Z: Kisah Cinta, Persahabatan, dan Gejolak Remaja di Balik Kehidupan Asrama





















