Karmila Purba, Perempuan Asal Simalungun Kembali Jadi Joki Tong Setan di Inggris

Karmila Purba memposting kegiatannya pada 3 Juni lalu di Kota Castle Combe, Inggris. (Foto: Istimewa)
Simalungun, MISTAR.ID
Karmila Purba, perempuan asal Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berhasil menorehkan prestasi di dunia hiburan ekstrem. Perempuan kelahiran 13 September 1998 itu kini dikenal sebagai salah satu joki tong setan perempuan yang tampil di berbagai negara Eropa dan mendapat julukan Princess Wall of Death.
Perjalanan Karmila menuju panggung internasional tidaklah mudah. Lahir dari keluarga petani sederhana, ia sempat menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi saat masih remaja. Keinginannya untuk bersekolah musik bahkan tidak mendapat restu orang tua karena keterbatasan biaya.
Pada 2013, Karmila memutuskan merantau ke Medan. Di kota tersebut, ia sempat bekerja sebagai pengamen sebelum bergabung dengan sebuah rombongan pasar malam. Awalnya, ia bekerja di wahana rumah hantu dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per minggu.
Namun ketertarikannya terhadap arena tong setan mengubah jalan hidupnya. Selain menawarkan penghasilan yang lebih baik, Karmila melihat belum ada perempuan yang menjadi joki di arena tersebut.
“Aku semakin tertarik dengan permainan tong setan karena melihat tidak pernah ada joki wanita. Semuanya laki-laki,” ujar Karmila sebagaimana dikutip media Inggris, The Guardian.
Pada awal 2014, ia mulai belajar mengendarai sepeda motor di arena tong setan. Berbagai tantangan sempat dihadapi, mulai dari rasa pusing hingga muntah saat berlatih. Selain itu, tidak sedikit yang meragukan kemampuannya karena profesi tersebut identik dengan laki-laki.
Meski demikian, Karmila terus berlatih hingga akhirnya dipercaya tampil di depan penonton. Dengan mengendarai Yamaha RX-King berwarna pink, ia perlahan menjadi daya tarik utama dalam setiap pertunjukan.
Kemampuannya kemudian membawanya tampil di berbagai daerah di Indonesia. Pada 2018, ia mendapat kesempatan tampil dalam sebuah acara olahraga di Thailand.
Dari ajang tersebut, Karmila berkenalan dengan Danny, pembalap asal Inggris yang tergabung dalam pertunjukan Ken Fox Wall of Death. Pertemuan itu menjadi titik awal karier internasionalnya.
Pada pertengahan 2024, Karmila bersama seorang rekannya dari Semarang tampil di Rushden, Inggris, dalam pertunjukan yang digelar East Midlands Steam and Country Show. Kehadirannya menarik perhatian karena menjadi salah satu joki tong setan perempuan yang tampil di arena tersebut.
“Jadi saya adalah wanita Indonesia pertama yang bisa main tong setan sampai ke Eropa, proud of myself,” kata Karmila.
Sejak saat itu, ia semakin sering mendapat undangan tampil di berbagai kota di Inggris. Melalui akun media sosialnya, yang dilihat Mistar, Rabu (10/6/2026), Karmila masih aktif membagikan aktivitas dan pertunjukannya di negara tersebut.
Namanya kini tercatat dalam buku Wall of Death karya Alan Mercer yang memuat para joki tong setan dunia. Karmila disebut sebagai satu-satunya joki tong setan asal Asia yang masuk dalam publikasi tersebut.
Keberhasilan itu tidak hanya mengantarkannya dikenal di dunia internasional, tetapi juga membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman.
Dari arena tong setan yang dulu hanya ia saksikan di pasar malam, Karmila kini menjelma menjadi salah satu joki perempuan Indonesia yang berhasil menembus panggung dunia. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Eza Gionino Tonjok Roby Tremonti Saat Konferensi Pers


















