Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rencana Pembatasan Pertalite, Purbaya: Hemat Anggaran Subsidi 10 Persen

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.21 WIB
rencana_pembatasan_pertalite_purbaya_hemat_anggaran_subsidi_10_persen

Menteri Keuangan Purbaya Sadewa. (Foto: Detik/Pradita Utama)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 10 diproyeksikan dapat menghemat sekitar 10 persen anggaran subsidi energi tahun depan.

Purbaya mengatakan pemerintah masih melakukan perhitungan terkait besaran penghematan dari kebijakan tersebut. Namun, estimasi sementara menunjukkan penghematan berada di kisaran sepersepuluh dari anggaran subsidi.

"Nanti ada penghematan (anggaran) tapi kita masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya enggak salah. Ambil flat-nya sepersepuluh," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp272,9 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 20,1 persen dibandingkan proyeksi anggaran subsidi energi tahun ini sebesar Rp227,25 triliun.

Anggaran subsidi energi tersebut dialokasikan untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, dan listrik. Rinciannya, subsidi BBM sebesar Rp28,7 triliun, subsidi LPG 3 kilogram Rp114,1 triliun, dan subsidi listrik Rp130,1 triliun.

Purbaya mengatakan pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 10 akan mulai dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Sebelumnya, ia menyebut kebijakan tersebut ditargetkan berjalan sebelum pergantian tahun.

"Nggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasin dulu," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian.

Menurut Bahlil, selama kajian belum menghasilkan keputusan, mekanisme pembelian Pertalite masih berjalan seperti biasa. Saat ini, kendaraan bus dan truk masih mendapatkan kuota pembelian BBM hingga 200 liter per hari, sedangkan kendaraan biasa mendapatkan kuota 50 liter per hari.

"Pembatasan Pertalite, sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Sekarang masih kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Bahlil mengatakan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10 dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat dalam kelompok tersebut dinilai mampu sehingga tidak seharusnya mendapatkan BBM bersubsidi.

"Tapi gini loh, masih, kita kan kalau Desil 9, 10 itu kan seperti saya, seperti Pak Ketua Asosiasi. Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil. (hm25/detikcom)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN