Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pengamat Ekonomi UISU Sebut Inflasi Sumut Masih Terkendali, Ini Faktor Risikonya

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 19.31 WIB
pengamat_ekonomi_uisu_sebut_inflasi_sumut_masih_terkendali_ini_faktor_risikonya

Ilustrasi. (foto: blinkiss/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan inflasi di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan kinerja yang positif dan terkendali.

Meski masih mencatat kenaikan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,27 persen, di mana cabai merah merupakan penyumbang tertinggi, harga daging ayam yang turun. Secara tahunan, inflasi tetap berada di bawah target.

Secara tahunan (y-o-y), inflasi Sumut tercatat 3,19 persen, atau lebih rendah dari batas atas target Bank Indonesia sebesar 3,5 persen.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Kota Medan berada di 2,84 persen, lebih baik dibandingkan wilayah lain di Sumut. Padahal, Medan merupakan daerah yang rentan mengalami inflasi tinggi, terutama saat gangguan pasokan komoditas cabai.

Melihat realisasi inflasi tahun berjalan (year-to-date / y-to-d) yang baru 1,94 persen, Gunawan memproyeksikan Sumut berpeluang menutup 2026 sesuai target Bank Indonesia, bahkan berpotensi berada di batas bawah target.

"Sumut masih berkesempatan membukukan inflasi di bawah 2,5 persen hingga tutup tahun ini," kata Gunawan, Rabu (4/11/2026).

Pergerakan dua bulan ke depan tetap butuh ekstra kewaspadaan. Beberapa potensi kenaikan harga harus diantisipasi, mulai dari naiknya permintaan (demand) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), potensi fenomena El Nino terhadap ketersediaan pangan, hingga risiko bencana alam.

"Yang penting, lakukan mitigasi pada kemungkinan komoditas yang berpeluang naik dalam dua pekan ke depan. Beberapa komoditas yang bisa diperhatikan adalah beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, tepung serta cabai," ucapnya.

Gunawan optimis harga di pasaran bisa terjaga hingga akhir tahun, dengan catatan semua pihak bisa memitigasi potensi dampak negatif dari faktor eksternal, khususnya bencana alam seperti kekeringan karena El Nino dan banjir bandang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN