Remaja Asal Simalungun Raih Gelar Putri Remaja Indonesia Berbakat 2026

Tamara Sipayung, Putri Remaja Indonesia Berbakat 2026. (foto:dokumen Tamara/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (4/11/2026) – Tamara Sari Sipayung tak menyangka langkahnya mencoba peruntungan di ajang Putri Remaja Indonesia 2026 justru membawanya pulang dengan sebuah gelar. Remaja berusia 16 tahun asal Huta Bayu Raya Huluan, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, itu dinobatkan sebagai Putri Remaja Indonesia Berbakat 2026.
Siswi SMK Negeri Seni Budaya Raya jurusan kecantikan tersebut mengikuti pemilihan tingkat nasional di Jakarta bersama 30 peserta lainnya. Rangkaian kegiatan dimulai pada 27 Oktober. Mereka menjalani karantina di Yello Hotel Harmoni sebelum malam grand final yang digelar pada 31 Oktober di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail.
Selama sepekan, kegiatan peserta cukup padat. Ada talent show, debat, wawancara, pemotretan, pidato (speech), advokasi, public speaking, hingga psikotes.
Tamara mengaku sempat gugup menjalani seluruh tahapan tersebut. Apalagi, ia harus beradaptasi dengan peserta dari berbagai daerah yang memiliki latar belakang dan kebudayaan berbeda.
"Capek, mungkin karena ditambah gugup juga waktu di sana seminggu karantina sama peserta dari daerah lain. Belajar pengalaman dari orang lain, budaya orang lain juga. Kami bertukar tentang budaya masing-masing," kata Tamara, Rabu (4/11/2026).
Justru pertemuan dengan peserta lain menjadi hal yang paling membekas baginya. Ia bisa mengenal bahasa dan kebiasaan dari daerah yang sebelumnya hanya diketahui melalui cerita.
Salah satu materi yang dibahas dalam debat adalah peran remaja dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurut Tamara, anak muda harus terus belajar, mengikuti perkembangan teknologi, dan berani membuat perubahan positif.
Untuk mengikuti kompetisi itu, Tamara sudah mempersiapkan diri sejak Agustus. Ia juga menyiapkan dua materi advokasi yang ingin dilanjutkannya setelah pemilihan, yakni tentang kebudayaan dan lingkungan.
Khusus untuk lingkungan, Tamara berencana ikut dalam kegiatan sosialisasi maupun menjadi sukarelawan. Ia ingin kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas materi yang disampaikan selama perlombaan.
Tamara mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama mengikuti ajang tersebut. Rasa takut saat mencoba sesuatu yang baru, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk mundur.
"Mengembangkan diri itu pasti ada takutnya, tapi hadapi saja, enjoy. Nanti bakal asyik, jadi memori pengalaman juga," ujarnya.
Kini, setelah gelar itu diraih, Tamara mengaku puas dengan hasil perjuangannya. Ia juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang sudah membantunya sejak persiapan di daerah hingga berangkat ke Jakarta.
"Terima kasih untuk seluruh yang sudah membantu. Kalau bukan karena itu, mungkin enggak sampai sejauh ini," katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak sekolah, wali kelas, dan teman-teman sekelasnya. Bagi Tamara, dukungan mereka ikut mengantarkannya dari Huta Bayu Raya Huluan hingga berdiri di panggung pemilihan tingkat nasional. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


Harga Tepung Beras dan Tepung Ketan di Pasar Horas Pematangsiantar Melonjak, Tembus Rp40 Ribu per Kg









































