Pegadaian dan OJK Dorong Generasi Muda Mampu Mandiri Finansial

PT Pegadaian (Persero) dan OJK menyelenggarakan talkshow literasi keuangan bertajuk "FINANCIAL LITERACY ON THE WAY: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (13/8/2026). (Foto: Antara)
Surabaya, MISTAR.ID (13/8/2026) - PT Pegadaian (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mendorong generasi muda lebih bijak mengelola keuangan secara sehat, sehingga mampu mandiri finansial secara aman.
"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini," kata Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian Eka Pebriansyah di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, Jatim, Kamis (13/6/2026).
Eka menekankan generasi muda seperti mahasiswa memang masih menerima kiriman uang dari orang tua, namun kebiasaan mengelolanya harus dibentuk sejak dini terutama di era digital yang memiliki banyak tantangan dan potensi risiko.
Ia menuturkan generasi muda perlu memahami cara mengelola anggaran pribadi, mengatur arus kas, mengetahui pentingnya dana darurat, merencanakan keuangan jangka panjang, hingga memahami berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai tujuan keuangan masing-masing.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ujar Eka.
Senior Officer Pegadaian (Persero) Area Surabaya 1 Eko Ngardiyanto mencontohkan generasi muda bisa memilih mengelola keuangan dengan baik yang salah satunya melalui langkah investasi emas karena merupakan instrumen yang ampuh melawan investasi sehingga menjadikannya pilihan lindung nilai untuk masa depan.
"Saatnya mandiri mengatur cashflow sendiri. Nabung emas itu bisa dimulai hanya Rp10 ribu saja. Dimulai sedikit dan dimulai langkah kecil bisa berguna buat 5-10 tahun ke depan," kata Eko.
Sementara itu, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jatim Indrawan Nugroho Utomo mengatakan generasi muda memiliki peluang besar membangun masa depan finansial yang lebih baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital karena akses terhadap berbagai layanan serta instrumen keuangan semakin mudah.
Di sisi lain, Indra mengingatkan kemudahan era teknologi itu tetap perlu dicermati karena banyak bentuk-bentuk kejahatan online mulai dari pinjaman online ilegal, judi online, phising, hingga carding.
Terlebih, menurut dia, banyak mahasiswa yang belum bijak manajemen keuangannya yakni salah satunya penggunaan paylater yang gencar dipromosikan di platform e-commerce.
Ia menuturkan paylater sebenarnya legal namun kalau pembayaran tidak baik akan pengaruhi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) karena banyak yang tidak terkontrol dan akhirnya gagal bayar.
"Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi. Tantangan rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, risiko investasi, hingga maraknya berbagai penawaran keuangan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun profil risiko individu," katanya.(Antara/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Serapan Beras Nasional Capai 3,4 Juta Ton, 80% dari Target





















