Pegadaian Kanwil I Medan Bukukan Laba Rp725,7 Miliar, Tumbuh 48 Persen pada Semester I 2026

PT Pegadaian Kantor Wilayah I Medan yang membawahi Sumatera Utara dan Aceh mencatat laba bersih Rp725,7 miliar pada Semester I 2026. (Foto: PT Pegadaian Persero)
Medan, MISTAR.ID – PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan yang membawahi wilayah Sumatera Utara dan Aceh mencatat laba bersih sebesar Rp725,7 miliar pada Semester I 2026 atau tumbuh 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, penyaluran Outstanding Loan (OSL) Gross Kanwil I Medan mencapai Rp11,53 triliun atau meningkat 53 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp7,5 triliun. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.
Pemimpin Wilayah I Medan, Yohanis Wulang, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh terhadap layanan Pegadaian.
"Kami melihat antusiasme masyarakat Sumut dan Aceh terhadap investasi emas serta pembiayaan produktif terus mengalami peningkatan. Capaian Semester I 2026 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pertumbuhan bisnis yang sehat, pengelolaan risiko yang disiplin, dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," ujar Yohanis, Rabu (29/7/2026).
Secara nasional, PT Pegadaian (Persero) hingga 30 Juni 2026 membukukan laba bersih sebesar Rp6,59 triliun atau meningkat 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp3,58 triliun.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh penerapan strategi bisnis yang lebih adaptif serta ekspansi ekosistem emas secara agresif di tengah tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik global.
"Pegadaian terus mencatat pertumbuhan kinerja. Terima kasih kepada seluruh nasabah dan masyarakat atas kepercayaannya. Dengan Melayani Sepenuh Hati, kami akan terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan ekonomi untuk MengEMASkan Indonesia," katanya.
Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan nilai aset dan penyaluran pinjaman perusahaan. Di sisi lain, kualitas pembiayaan Pegadaian tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang mengalami penurunan.
Pada Semester I 2026, total aset Pegadaian secara nasional meningkat dari Rp121,1 triliun menjadi Rp186,33 triliun atau naik 53,9 persen.
Sementara itu, OSL Gross atau total pinjaman meningkat dari Rp101,5 triliun menjadi Rp155,1 triliun atau naik 52,7 persen. Adapun rasio NPL turun dari 0,81 persen menjadi 0,71 persen.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pegadaian terus memperkuat inovasi digital dan mengembangkan ekosistem logam mulia melalui layanan Bank Emas (Bullion Services).
Layanan tersebut meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas yang didukung jaringan brankas (vault) berstandar keamanan internasional.
Seluruh layanan Bank Emas juga telah terintegrasi dengan aplikasi digital terbaru Pegadaian, Tring!.
"Emas terbukti menjadi aset safe haven yang paling diminati masyarakat. Bersama Danantara, kami optimistis memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional dan mewujudkan misi jangka panjang MengEMASkan Indonesia melalui investasi yang mudah, aman, dan terpercaya," ujar Damar.






















