Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Berkah: Omzet UMKM Tembus Rp2,94 Miliar, Kuliner Paling Laris

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 18.26 WIB
motogp_mandalika_2026_jadi_berkah_omzet_umkm_tembus_rp294_miliar_kuliner_paling_laris_

Pelaku UMKM yang dilibatkan pada ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika Nusa Tenggara Barat, Sabtu (9/10/2026). (fOTO: ANTARA/Akhyar Rosidi)

Lombok Tengah, MISTAR.ID (4/11/2026) — Ajang MotoGP Indonesia 2026 ternyata bukan hanya soal balapan. Di balik deru mesin di Sirkuit Pertamina Mandalika, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut kebanjiran rezeki.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat total omzet penjualan produk UMKM selama ajang tersebut mencapai Rp2,94 miliar.

Angka itu diraih hanya dalam tiga hari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Total 769 UMKM yang tercatat berpartisipasi dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, dengan transaksi hari ketiga mencapai Rp1,63 miliar dan kuliner lokal mendominasi penjualan,” kata Direktur Komersial dan Pemasaran ITDC Febrina Mediana di Lombok Tengah, Rabu (4/11/2026).

Capaian tersebut berasal dari aktivitas perdagangan di berbagai titik komersial, baik di dalam maupun di luar area Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, yang membuka akses pasar bagi pelaku usaha selama ajang balap motor internasional itu.

“Kami mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam penyelenggaraan ajang internasional untuk memperluas akses pasar bagi UMKM,” ujar Febrina.

769 UMKM Turun, 310 Gerai di Dalam Sirkuit

Dari total 769 UMKM yang berpartisipasi, ekosistem komersial di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika melibatkan 310 gerai, yang terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional.

Rinciannya, sebanyak 180 merupakan UMKM binaan dinas, 73 gerai berada di area festival, 47 gerai di area tribun utama (grandstand), serta masing-masing 5 gerai di area Nusantara dan Paddock Cafe.

Partisipasi itu turut mencakup 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina di area festival, serta pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Sementara di luar kawasan sirkuit, sebanyak 459 UMKM turut meramaikan aktivitas perdagangan di berbagai titik, termasuk 189 UMKM di area Bazar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol II serta 270 UMKM di area parkir dan sejumlah titik di sekitar sirkuit.

“Keterlibatan UMKM ini merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang dari kegiatan berskala nasional maupun internasional,” kata Febrina.

ITDC juga akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran.

Kuliner Jadi Primadona, Hari Ketiga Paling Gacor

Dari total omzet yang tercatat, kontribusi terbesar berasal dari area gerai komersial sebesar Rp1.125.167.280 atau 38,3 persen. Selanjutnya, UMKM binaan menyumbang Rp848.999.700 atau 28,9 persen, UMKM dinas sebesar Rp715.013.000 atau 24,3 persen, serta area Paddock sebesar Rp251.384.588 atau 8,5 persen.

Aktivitas penjualan mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan, dengan omzet sekitar Rp1,638 miliar atau 55,7 persen dari total omzet selama tiga hari.

Dari sisi produk, makanan lokal menjadi kategori dengan kontribusi terbesar, yakni 29,7 persen, diikuti kopi sebesar 22,9 persen, minuman sebesar 20 persen, panganan sebesar 16,8 persen, dan makanan barat sebesar 10,7 persen.

“Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi produk kuliner terhadap aktivitas perdagangan selama ajang berlangsung,” kata Febrina.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN