Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jumlah Investor di Sumut Tembus Satu Juta Lebih SID, Tertinggi Setelah Jawa

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 19.31 WIB
jumlah_investor_di_sumut_tembus_satu_juta_lebih_sid_tertinggi_setelah_jawa

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution. (Foto: Dok. BEI Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Berdasarkan data terbaru per Juli 2026, jumlah investor di Sumut tembus 1.493.064 Single Investor Identification (SID).

Pencapaian tersebut membuat Sumut menjadi provinsi dengan jumlah investor pasar modal terbanyak nomor satu di Indonesia di luar Pulau Jawa.

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution, mengatakan pertumbuhan basis investor di Sumut terjadi sangat signifikan.

Pada peta persebaran nasional, urutan pertama didominasi oleh Pulau Jawa, namun kawasan luar Jawa, Sumut berhasil memimpin, disusul Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

"Untuk kategori investor dan emiten, Sumut memegang rekor nomor satu setelah Jawa," kata Pintor, Kamis (10/9/2026).

Pintor menjelaskan peta sebaran di Sumut, masyarakat Kota Medan menjadi penyumbang terbesar dengan total 396.261 SID. Kesadaran investasi menjalar ke daerah tingkat dua lain, seperti Kabupaten Deliserdang yang mencapai 202.644 SID, Langkat 79.797 SID, Simalungun 76.266 SID, dan Kabupaten Asahan 59.252 SID.

Pintor menyampaikan, pada 2012 jumlah investor di Sumut hanya 14.000 SID. Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan jumlah perusahaan lokal yang berani melakukan penawaran umum perdana saham (go public).

Jika di 2012 baru ada tiga emiten asal Sumut, per Juli 2026 sudah bertambah menjadi 12 perusahaan, dengan tambahan satu perusahaan sektor kelapa sawit yang bersiap listing di bursa pada tahun ini.

"Kenaikan jumlah investor, tidak terlepas dari banyaknya edukasi melalui pendirian Galeri Investasi (GI) dan kemudahan online trading dari perusahaan sekuritas. Saat ini, secara nasional sudah berdiri kurang lebih 1.500 GI, di mana 28 di antaranya beroperasi di Sumut," ucapnya.

Galeri tersebut tidak hanya berpusat di lingkungan kampus, tetapi juga merambah ke perkantoran pemerintahan, seperti di Kabupaten Langkat dan Kota Tebing Tinggi.

Tahun ini, BEI Sumut menargetkan penambahan delapan Galeri Investasi baru untuk memperluas jangkauan literasi.

"Yang menarik dari sisi demografi, justru pasar modal di Sumut dimanfaatkan generasi muda sebagai taman bermain. Gen Z dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun mendominasi investor sebesar 33,64 persen, disusul usia 26 hingga 30 tahun 24,38 persen, dan usia di atas 31 tahun sebanyak 24,50 persen," ujar Pintor.

Meski jumlah investor paling banyak dari kalangan anak muda, Pintor mengungkapkan akumulasi dana kelolaan terbesar masih dipegang oleh investor berusia tua.

Pintor menegaskan, BEI saat ini menerapkan standar kualifikasi yang ketat bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa. Aturan seleksi diperketat, misalnya posisi direktur keuangan wajib diisi orang yang berlatar belakang pendidikan ekonomi.

Aturan yang ketat ini membuat beberapa perusahaan sebelumnya terpaksa harus menerima penolakan pendaftarannya karena tidak memenuhi syarat, sementara instansi lain seperti Bank Sumut telah mencabut sendiri pendaftaran listing beberapa waktu lalu.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN