IHSG Melemah ke 6.412, WIFI, EXCL dan INDY Jadi Top Losers LQ45

Ilustrasi. (foto: ai/mistar)
JAKARTA, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Rabu (19/8/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup menguat.
Dilansir dari Kontan.co.id, IHSG pada pukul 09.00 WIB turun 42,72 poin atau 0,65 persen ke level 6.412,51. Sebanyak 185 saham menguat, 191 saham melemah, dan 247 saham stagnan.
Pelemahan juga terjadi pada tujuh dari 11 indeks sektoral. Sektor energi mencatat koreksi terdalam sebesar 2,16 persen, disusul sektor barang baku yang turun 1,07 persen dan barang konsumen siklikal melemah 0,89 persen.
Sementara itu, empat sektor masih menguat. Sektor transportasi naik 0,16 persen, properti 0,11 persen, dan keuangan bertambah 0,02 persen.
Total volume perdagangan saham pada awal sesi mencapai 1,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp643,66 miliar.
Di jajaran indeks LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 3,83 persen. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menyusul dengan pelemahan 2,75 persen, sedangkan PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 2,73 persen.
Sebaliknya, saham LQ45 yang mencatat kenaikan dipimpin PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar 0,98 persen, PT Indosat Tbk (ISAT) 0,77 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 0,40 persen.
Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), IHSG sebelumnya ditutup menguat 47,942 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83. Penguatan tersebut antara lain ditopang sektor energi yang melonjak 7,10 persen.
Pasar Menanti Keputusan BI
Pergerakan IHSG pada Rabu juga dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global. Pelaku pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate dipertahankan di level 5,75 persen.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Kontan mengatakan IHSG berisiko terkoreksi pada perdagangan Rabu, dengan level support 6.407 dan resistance 6.465.
Menurut Herditya, investor akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) untuk melihat arah kebijakan moneter Amerika Serikat selanjutnya.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda juga mengatakan kepada Kontan bahwa IHSG berpotensi bergerak terbatas di area support 6.400-6.430 dengan resistance 6.490.
Secara teknikal, menurut Reza, IHSG membentuk shooting star di sekitar area tertinggi sebelumnya, yang menunjukkan adanya potensi aksi ambil untung di dekat level resistance.
“Ini menunjukkan adanya potensi profit taking di sekitar resistance, sehingga penguatan kemungkinan masih terbatas dan pasar cenderung konsolidasi terlebih dahulu,” kata Reza, seperti dikutip Kontan. (*)
PREVIOUS ARTICLE
KKI Hadir, BI Pastikan Visa-Mastercard Tak Tergusur





















