Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ayam di Pematangsiantar Tembus Rp50 Ribu, Pedagang Keluhkan Pasokan untuk MBG

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 10.57 WIB
harga_ayam_di_pematangsiantar_tembus_rp50_ribu_pedagang_keluhkan_pasokan_untuk_mbg

Pedagang ayam di pasar Dwikora. (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/8/2026) - Harga ayam di Pematangsiantar melonjak lagi. Di Pasar Dwikora, Rabu (19/8/2026), harga ayam potong tembus Rp48.000, bahkan ada yang sampai Rp50.000 per kilogram. Bukan cuma masalah uang yang makin tipis, tetapi sekarang mendapatkan ayam juga sulit. Banyak stok ayam langsung disedot untuk pasokan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pedagang kecil makin gigit jari.

Kalau biasanya pedagang bisa bebas belanja, sekarang mereka berebut dengan tim MBG yang membeli ayam dalam jumlah besar. Banyak yang mengaku stoknya gampang sekali habis. Salah satunya Juli, pedagang ayam di Pasar Dwikora, bercerita dia sekarang benar-benar kesulitan mencari barang.

“Punya uang banyak juga percuma. Sekarang beli ke toke sudah dijatah, satu orang cuma boleh ambil 20 ekor,” keluhnya kepada Mistar.id.

Juli mengatakan, permintaan dari MBG terlalu tinggi. Agen-agen ayam pun sekarang sibuk memenuhi jatah MBG dulu, baru sisa-sisanya dilempar ke pasar tradisional. Alhasil, pasokan makin tipis, harga makin tidak karuan. Efeknya terasa banget di lapak.

Azri, pedagang ayam lainnya, mengeluhkan lorong pasar yang biasanya ramai sekarang kelihatan lengang. Banyak orang akhirnya batal membeli atau mengurangi belanja ayam.

“Harga ayam sudah Rp48 ribu per kilogram. Pembeli turun drastis, separuh hilang,” kata Azri.

Situasi ini jelas bikin pusing banyak keluarga di Pematangsiantar. Ayam, yang selama ini andalan dan tergolong murah, sekarang malah harus dicoret dari menu harian. Padahal, semua butuh protein.

Sebenarnya, para pedagang tidak antipati terhadap MBG. Mereka tahu niat program ini baik buat masyarakat. Namun, mereka juga ingin pemerintah, baik daerah maupun pusat, tidak cuma memikirkan satu sisi. Bagaimanapun, rantai pasok pasar tradisional tidak boleh dibiarkan macet. Kalau terus begini, harga makin liar, dan yang paling susah ya ibu-ibu di rumah.

“Program MBG itu memang bagus, kok. Tapi tolong, jaga juga harga bahan makanan. Kalau berat terus kayak gini, ibu-ibu yang paling ngerasain susahnya,” tutup Azri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN