Friday, August 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 11.37 WIB
ihsg_berpeluang_rebound_hari_ini_bni_sekuritas_rekomendasikan_6_saham

Ilustrasi IHSG berpeluang rebound (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Jumat (14/8/2026), setelah sehari sebelumnya terkoreksi cukup dalam.

IHSG pada perdagangan Kamis (13/8) ditutup turun 1,13%. Tekanan juga terlihat dari aksi jual investor asing dengan nilai net sell sekitar Rp1,39 triliun.

Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual asing terbesar, di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat setelah mampu bertahan di area support penting 6.300 pada perdagangan sebelumnya.

"Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG akan berada di rentang 6250-6300 dan level Resist IHSG akan berada di kisaran 6420-6450," ujar Fanny dalam risetnya, Jumat (14/8/2026).

Enam Saham Masuk Trading Idea

BNI Sekuritas memasukkan enam saham dalam daftar trading idea untuk perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah INTP, ANTM, DSSA, CUAN, TINS, dan ICBP.

Berikut strategi yang diberikan:

  1. INTP: Spec Buy di area Rp5.200-Rp5.250. Cut loss jika turun di bawah Rp5.200. Target terdekat Rp5.350-Rp5.425.
  2. ANTM: Spec Buy di area Rp2.980-Rp3.000. Cut loss di bawah Rp2.970. Target terdekat Rp3.090-Rp3.100.
  3. DSSA: Spec Buy di area Rp990. Cut loss di bawah Rp970. Target terdekat Rp1.020-Rp1.035.
  4. CUAN: Spec Buy di area Rp830-Rp840. Cut loss di bawah Rp815. Target terdekat Rp850-Rp880.
  5. TINS: Spec Buy di area Rp3.700-Rp3.720. Cut loss di bawah Rp3.660. Target terdekat Rp3.770-Rp3.800.
  6. ICBP: Spec Buy di area Rp7.475-Rp7.550. Cut loss di bawah Rp7.450. Target terdekat Rp7.600-Rp7.775.

Level-level tersebut merupakan strategi perdagangan berdasarkan riset BNI Sekuritas dan bukan jaminan pergerakan harga saham.

Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (13/8).

Kenaikan Wall Street didorong data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan belum menaikkan suku bunga pada September.

S&P 500 naik 0,65 persen dan mencetak rekor baru. Nasdaq menguat 0,81 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,13 persen.

Data ekonomi menunjukkan harga produsen AS tidak berubah pada Juli. Penurunan harga barang mampu mengimbangi kenaikan tipis biaya jasa.

Di sisi lain, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pada pekan lalu. Data tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil.

Sejumlah saham teknologi mencatat kenaikan signifikan. Sandisk melonjak 13,7 persen, sementara Micron Technology naik 4,2 persen. Microsoft menguat hampir 1 persen dan Meta Platforms naik 2,8 persen.

Netflix juga mencatat kenaikan 5,4 persen setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan baru di perusahaan streaming tersebut.

Namun, tidak semua saham berakhir positif. Cisco Systems anjlok 8,4 persen meski perusahaan memberikan proyeksi pendapatan yang kuat.

Saham Tapestry, pemilik merek Coach, juga turun lebih dari 16 persen setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang moderat.

Sementara itu, CoreWeave terkoreksi 1,3 persen setelah sehari sebelumnya melonjak 19 persen menyusul kenaikan proyeksi belanja modal tahunannya.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Pasar saham Asia bergerak beragam. Mata uang kawasan juga relatif melemah di tengah investor yang mengevaluasi kembali prospek kebijakan suku bunga AS.

Bursa Australia turun 0,23 persen, antara lain tertekan pelemahan saham perusahaan pertambangan dan Commonwealth Bank of Australia.

Sebaliknya, saham Korea Selatan mengalami penguatan tajam. Indeks KOSPI melonjak 3,56 persen dan mencapai level tertinggi. Kenaikan terutama didorong saham perusahaan semikonduktor setelah saham teknologi dan chip di AS menguat.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,16 persen, sedangkan Taiex Taiwan menguat 1,1 persen. Hang Seng Hong Kong justru melemah 0,17 persen.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks Filipina turun 1,1 persen dan Malaysia melemah 0,4 persen. Straits Times Singapura turun tipis 0,1 persen, sedangkan indeks Thailand menguat 0,11 persen.

Dengan dukungan sentimen positif dari Wall Street dan ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih dovish, IHSG memiliki peluang mencoba rebound. Namun, investor tetap perlu mencermati aksi jual asing serta kemampuan IHSG bertahan di area support 6.250-6.300.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN