IHSG Bergerak Sideways Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo, Investor Cermati RAPBN 2027

Ilustrasi penggerakan IHSG (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Jumat pagi, 14 Agustus 2026. Pelaku pasar memilih berhati-hati sambil mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
IHSG dibuka turun 5,18 poin atau 0,08 persen ke level 6.296,59. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 melemah 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan pergerakan IHSG masih cenderung sideways sepanjang perdagangan hari ini.
"Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Investor Tunggu Arah Kebijakan Pemerintah
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026.
Pasar juga mencermati penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan.
Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI menyampaikan bahwa Program Kerja Prioritas Nasional 2027 mencakup sejumlah klaster strategis. Fokus tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta pengentasan kemiskinan.
Dalam penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027, investor akan mencermati sejumlah indikator utama, antara lain target pertumbuhan ekonomi, besaran defisit, asumsi nilai tukar rupiah, strategi pembiayaan, serta program pemerintah yang berpotensi mendorong konsumsi dan investasi.
Kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan sentimen pasar saham domestik dalam beberapa waktu ke depan.
Data Inflasi AS Redakan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Sentimen eksternal juga menjadi perhatian pelaku pasar. Data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali.
Consumer Price Index (CPI) AS pada Juli 2026 tercatat 3,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, inflasi inti atau core CPI turun menjadi 2,5 persen yoy.
Indeks Producer Price Index (PPI) AS juga tidak mengalami perubahan pada Juli 2026 secara bulanan atau month to month (mtm). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen.
Secara tahunan, PPI AS tercatat 4,7 persen pada Juli 2026. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Maret dan turun dari 5,5 persen pada Juni.
Data inflasi produsen yang lebih moderat tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau The Fed.
Harga Minyak Turun 2 Persen
Pergerakan harga komoditas energi turut menjadi perhatian pasar. Harga minyak mentah turun sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis (13/8).
Penurunan tersebut terjadi setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyampaikan bahwa ekspor minyak melalui Selat Hormuz berada di atas perkiraan sebelumnya.
Informasi tersebut memberikan sentimen positif karena meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi melalui salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia.
Wall Street Menguat, Bursa Asia Variatif
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (13/8).
Indeks S&P 500 naik 0,65 persen ke level 7.799,19. Nasdaq Composite menguat 1,15 persen ke 30.084,50, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen ke 53.839,99.
Sementara itu, bursa saham Eropa bergerak variatif. Euro Stoxx 50 naik 0,20 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,56 persen. DAX Jerman melemah 0,12 persen dan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,28 persen.
Di kawasan Asia, sejumlah indeks bergerak menguat pada perdagangan pagi. Nikkei naik 0,95 persen ke 68.956,00 dan Shanghai Composite menguat 0,45 persen ke 3.964,4.
Kospi Korea Selatan mencatat penguatan paling tinggi, yakni 4,08 persen ke 6.847,41. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 0,27 persen ke 25.370,81 dan Straits Times Singapura melemah 0,55 persen ke 5.689,26.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global tersebut, pergerakan IHSG pada Jumat diperkirakan masih akan berlangsung terbatas. Investor akan menunggu isi pidato Presiden Prabowo serta arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah melalui RAPBN 2027.
PREVIOUS ARTICLE
Jelang Akhir Pekan, Harga Cabai di Medan Sentuh Rp31 Ribu per Kg




















