Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Beras Naik di Sumut, Pemprov Siapkan Intervensi dan Stabilisasi

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.10 WIB
harga_beras_naik_di_sumut_pemprov_siapkan_intervensi_dan_stabilisasi

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap. (Foto:Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (20/8/2026) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) siap mengambil langkah untuk mengintervensi kenaikan harga beras yang terjadi beberapa waktu terakhir. Sejumlah langkah stabilisasi akan dilakukan untuk menekan harga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengakui di Sumut telah terjadi kenaikan harga beras di sejumlah daerah.

"Untuk Sumatera Utara, memang terdapat kenaikan harga beras di beberapa wilayah," ujarnya kepada Mistar, Kamis (20/8/2026) pagi.

Dedi mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau hal ini. Menurutnya, Pemprov Sumut berkomitmen untuk menekan kenaikan harga yang terjadi.

"Saat ini kami terus memantau harga, stok, dan distribusi bersama Bulog serta TPID. Prinsipnya, pasokan harus tetap terjaga dan kenaikan harga tidak boleh dibiarkan berlarut," ucapnya.

Ia mengatakan jika nantinya ada kenaikan yang begitu besar, Pemprov akan melakukan intervensi dengan berbagai langkah stabilisasi yang dimiliki.

"Jika ditemukan wilayah dengan kenaikan yang signifikan, akan segera dilakukan intervensi melalui penguatan distribusi beras SPHP, pasar murah atau GPM, dan langkah stabilisasi lainnya," katanya.

Diketahui, kenaikan harga beras di Sumut saat ini sedang menjadi sorotan. Diberitakan sebelumnya, hal ini juga mendapatkan sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti yang mendesak Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) maupun pemerintah pusat agar dapat melakukan intervensi terhadap harga beras yang saat ini melambung dan dapat kembali stabil.

Pasalnya, hal itu dikatakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyikapi kondisi kenaikan harga beras yang saat ini tembus Rp17.000 per kilogram di beberapa pasar yang ada di Sumut.

Diketahui juga, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri telah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TPID agar bisa melakukan intervensi atas kenaikan harga beras ini.

Dalam pantauan, masyarakat Kota Medan pun harus dihadapkan pada kenaikan harga beras. Pada pertengahan Agustus 2026 ini, lonjakan harga beras terpantau merata, baik jenis premium di pasar modern maupun beras curah di pasar tradisional dan toko kelontong.

Berdasarkan pantauan di sebuah pasar modern di kawasan Jalan Kapten Muslim, lonjakan harga yang sangat tajam terjadi pada beras kemasan 10 kilogram. Beras merek Golden Number 111 Premium Merah kemasan 10 kilogram (kg) naik menjadi Rp184.000, melesat jauh dari sebelumnya di angka Rp154.000. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN